PBB Rilis Data Baru Korban Agresi Saudi ke Yaman
https://parstoday.ir/id/news/world-i17494-pbb_rilis_data_baru_korban_agresi_saudi_ke_yaman
PBB memperingatkan soal "meningkatnya" jumlah korban sipil di Yaman setelah lebih dari 270 warga sipil tewas dalam empat bulan terakhir akibat agresi tanpa henti Saudi terhadap negara miskin itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 13, 2016 00:31 Asia/Jakarta
  • kondisi Yaman
    kondisi Yaman

PBB memperingatkan soal "meningkatnya" jumlah korban sipil di Yaman setelah lebih dari 270 warga sipil tewas dalam empat bulan terakhir akibat agresi tanpa henti Saudi terhadap negara miskin itu.

Berdasarkan angka terbaru yang dirilis pada Jumat (12/8) oleh Ravina Shamdasani, juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, 272 warga sipil tewas dan 543 lainnya terluka antara 11 April hingga 11 Agustus

 

Dari jumlah tersebut, hanya dalam seminggu terakhir sejak  Agustus sebanyak 49 warga sipil tewas dan 77 lainnya terluka.

 

Sementara itu, Koordinator Kemanusiaan PBB di Yaman, Jamie McGoldrick dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pihaknya "sangat khawatir" dengan situasi kemanusiaan di seluruh wilayah Yaman di saat berbagai media lokal melaporkan "Anak-anak dan perempuan dibunuh dan terluka hingga cacat, rumah-rumah hancur... akibat pertempuran darat dan serangan udara oleh pesawat tempur Saudi khususnya di ibukota Sanaa serta di provinsi Sanaa, Taizz, dan Hudaidah.

 

McGoldrick juga meminta semua pihak dalam konflik yang telah berlangsung selama lebih dari 16 bulan, untuk "mematuhi kewajiban mereka" sesuai ketentuan kemanusiaan internasional, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi warga Yaman dan infrastruktur sipil.

 

Dia juga mendesak masyarakat internasional untuk menggunakan pengaruhnya terhadap pihak-pihak terkait untuk mencari solusi damai yang akan mengakhiri penderitaan rakyat Yaman.

 

Kekhawatiran internasional terhadap eskalasi konflik di Yaman, semakin meningkat setelah perundingan damai yang dimediasi PBB di Kuwait City antara wakil nasional Yaman dan mantan presiden Yaman yang mengundurkan diri, Abd Rabbuh Mansur Hadi, gagal mencapai solusi dan perundingan berakhir pada 6 Agustus.(MZ)