Mengapa Sanksi Olahraga Jadi Tindakan Penting untuk Menanggapi Kejahatan Israel?
https://parstoday.ir/id/news/world-i177422-mengapa_sanksi_olahraga_jadi_tindakan_penting_untuk_menanggapi_kejahatan_israel
Menyusul meningkatnya tekanan internasional terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga Eropa untuk memberikan reaksi tegas terhadap kejahatan rezim Zionis atas rakyat Gaza, Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) pekan depan akan mengadakan rapat mengenai pengeluaran seluruh tim sepak bola Israel dari kompetisi nasional dan klub UEFA.
(last modified 2026-02-15T10:03:39+00:00 )
Sep 27, 2025 14:00 Asia/Jakarta
  • Mengapa Sanksi Olahraga Jadi Tindakan Penting untuk Menanggapi Kejahatan Israel?

Menyusul meningkatnya tekanan internasional terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga Eropa untuk memberikan reaksi tegas terhadap kejahatan rezim Zionis atas rakyat Gaza, Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) pekan depan akan mengadakan rapat mengenai pengeluaran seluruh tim sepak bola Israel dari kompetisi nasional dan klub UEFA.

Tehran, Pars Today- Harian The Times terbitan London mengumumkan bahwa UEFA pekan depan akan mengadakan rapat dengan tujuan memutuskan mengenai kehadiran wakil-wakil sepak bola Israel dalam kompetisi internasional di benua Eropa.

Menurut laporan tersebut, sebagian besar anggota Komite Eksekutif UEFA menilai perwakilan rezim Zionis, karena genosida di Jalur Gaza, layak dikeluarkan dari kompetisi benua.

Terlepas dari hasil rapat UEFA pekan depan tentang tim-tim sepak bola Israel, pertanyaan yang muncul adalah apa posisi olahraga dalam menghukum agresor dan mengapa pengeluaran tim-tim olahraga Israel dari kompetisi UEFA penting?

Melihat reaksi komunitas olahraga terhadap kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Gaza menunjukkan bahwa opini publik memandang ajang olahraga sebagai kesempatan untuk mengutuk kejahatan Israel. Dalam kaitan ini, di sepanjang jalur balap sepeda Vuelta 2025 di Spanyol, ribuan orang berkumpul di pinggir jalur lomba dengan membawa poster dan slogan menentang Israel, menuntut diakhirinya ketidakpedulian para pejabat.

Pendukung tim-tim seperti Osasuna, Rayo Vallecano, dan Bilbao di Spanyol mengibarkan bendera Palestina di stadion dan meneriakkan slogan-slogan menentang kejahatan Israel. Di Belgia, Skotlandia, Norwegia, dan bahkan Amerika Serikat juga dalam kompetisi olahraga, opini publik menyatakan dukungan terhadap rakyat Gaza dan kecaman terhadap rezim Zionis.

Selain itu, lembaga-lembaga olahraga juga menyampaikan keprihatinan mereka atas kejahatan rezim Zionis dan bahkan menyebut reaksi terhadapnya sebagai sebuah “keharusan moral”. Di Italia, asosiasi pelatih sepak bola dengan suara bulat menulis surat kepada federasi nasional dan meminta pengajuan resmi ke UEFA dan FIFA untuk menangguhkan Israel dari kompetisi internasional. Renzo Ulivieri, ketua asosiasi tersebut, menyebut langkah ini sebagai “keharusan moral” dan menekankan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan olahraga tidak mengizinkan diam di hadapan kezaliman.

Federasi Sepak Bola Norwegia mengumumkan bahwa semua pendapatan dari pertandingan mendatang melawan tim Israel akan disumbangkan untuk korban Palestina. Dengan demikian, arena olahraga di berbagai negara dan kompetisi, termasuk kompetisi dunia, telah menjadi wadah bagi opini publik untuk bereaksi terhadap kejahatan rezim pendudukan Al-Quds.

Baru-baru ini, laporan mengenai keputusan UEFA untuk mengeluarkan tim sepak bola Israel dari kompetisi Eropa telah dipublikasikan. Isu ini akan dibahas dalam rapat UEFA pekan depan.

Hal lain yang perlu dicatat adalah bahwa keputusan UEFA untuk mengeluarkan Israel dari kompetisi olahraga dapat meningkatkan tekanan terhadap Israel. Setelah dimulainya perang Rusia dan Ukraina, negara-negara Eropa dan beberapa lembaga olahraga dunia, termasuk UEFA dan FIFA, dalam menentang perang tersebut dan untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia, melarang keikutsertaan negara itu dalam berbagai kompetisi dunia, termasuk sepak bola, dan larangan tersebut masih berlaku. Dalam Kejuaraan Dunia Gulat terbaru yang diadakan di Kroasia, pegulat Rusia dilarang tampil dengan bendera Rusia.

Alasan penting lainnya adalah bahwa tindakan UEFA yang mungkin dilakukan dapat menyebar ke kompetisi dunia lainnya, dan bahkan jika beberapa lembaga enggan bereaksi terhadap Israel, mereka akan berada di bawah tekanan opini publik global. Dalam kaitan ini, surat kabar olahraga Marca yang terbit di Spanyol menulis bahwa penangguhan perwakilan Israel dari kompetisi kontinental UEFA, meskipun tidak serta-merta berarti akan diulangi oleh FIFA, namun akan menempatkan organisasi tersebut dalam posisi yang sangat sulit menjelang Piala Dunia 2026.(PH)