Mengapa London Membangun Narasi Ancaman Baru terhadap Rusia dan Tiongkok?
https://parstoday.ir/id/news/world-i180846-mengapa_london_membangun_narasi_ancaman_baru_terhadap_rusia_dan_tiongkok
Pars Today - Pada saat pemerintah Inggris menciptakan sensasi mengenai dugaan keberadaan kapal intelijen Rusia di perairan utara Skotlandia, serta memperingatkan tentang aktivitas jaringan mata-mata Tiongkok di parlemen, pertanyaan utama kini muncul:
(last modified 2025-11-22T05:11:15+00:00 )
Nov 22, 2025 12:07 Asia/Jakarta
  • Yantar Rusia
    Yantar Rusia

Pars Today - Pada saat pemerintah Inggris menciptakan sensasi mengenai dugaan keberadaan kapal intelijen Rusia di perairan utara Skotlandia, serta memperingatkan tentang aktivitas jaringan mata-mata Tiongkok di parlemen, pertanyaan utama kini muncul:

Apakah ancaman ini nyata? Ataukah bagian dari strategi terencana untuk membenarkan lonjakan anggaran pertahanan dan memperkuat industri senjata Inggris?

Kapal Rusia Yantar dan Tuduhan Baru London

Dalam pidatonya di Downing Street, Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengklaim bahwa kapal riset samudra Rusia “Yantar” telah memasuki perairan Inggris dalam beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, "Misi kapal itu adalah mengumpulkan data dan memetakan kabel bawah laut Inggris, dan saat dipantau pesawat patroli maritim P-8 Inggris, kapal Rusia disebutkan menyorotkan “laser” ke arah pilot Inggris."

Healey menegaskan bahwa kapal perang fregat Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan pesawat P-8 dikerahkan untuk memonitor Yantar “dari jarak sangat dekat”.

Media Inggris melaporkan bahwa aturan keterlibatan kapal perang Inggris kini ditinjau ulang agar kapal Rusia bisa dibayangi dari jarak yang lebih dekat, suatu langkah yang menurut analis dapat meningkatkan risiko insiden tak terduga di perairan padat lalu lintas tersebut.

Moskow membalas keras, dan menyebut tuduhan London “provokatif dan tidak masuk akal”, dan menegaskan bahwa Yantar adalah kapal riset oseanografi yang beroperasi di perairan internasional serta “tidak ada kepentingan apa pun pada infrastruktur bawah laut Inggris”.

London Menghidupkan Kembali “Ancaman China”: Kasus LinkedIn

Di saat isu Yantar belum mereda, aparat intelijen Inggris MI5 mengeluarkan peringatan baru kepada anggota parlemen bahwa agen intelijen Tiongkok diduga menggunakan akun LinkedIn palsu untuk mendekati:

politisi Inggris,

pakar keamanan,

dan sejumlah pejabat pemerintahan.

Dua akun, “Amanda Keo” dan “Shirley Shen”, dinyatakan terkait dengan Kementerian Keamanan Negara Tiongkok dan dituduh menawarkan kesempatan konsultasi dan pekerjaan sebagai kedok perekrutan.

Setelah peringatan ini, LinkedIn menghapus kedua akun tersebut.

Kedutaan Tiongkok di London membantah tegas tuduhan itu sebagai “sepenuhnya dibuat-buat”.

Menciptakan Narasi “Poros Otoriter”: Rusia + Tiongkok

Para pengamat politik menilai, dengan menempatkan dua isu tersebut secara bersamaan, London sedang membangun gambaran bahwa Inggris menjadi sasaran simultan dari:

kapal Rusia di laut,

operasi intelijen Tiongkok di ruang digital dan politik.

Narasi ini sejalan dengan dokumen strategis Inggris dan NATO yang menyebut:

Rusia: “ancaman akut dan langsung,”

Tiongkok: “penantang sistemik jangka panjang.”

Menghubungkan Ancaman ke Kebijakan Industri dan Anggaran Militer

Dalam pidato yang sama, Healey menegaskan Inggris telah memasuki “era baru ancaman” dan berjanji:

meningkatkan anggaran pertahanan ke target NATO,

menggelontorkan miliaran pound untuk proyek militer baru,

membangun 13 fasilitas produksi amunisi di wilayah industri krisis Inggris,

dan menjadikan sektor pertahanan sebagai motor pertumbuhan ekonomi (“defence dividend”).

Ini menunjukkan jelas bahwa pemerintah berupaya menggabungkan wacana ancaman asing dengan agenda industrial-militer di dalam negeri.

Kritikus: “Ini Bisa Mengarah pada Histeria Keamanan”

Sejumlah kritikus di Inggris memperingatkan, Pemerintah sedang menciptakan “histeria keamanan” untuk membenarkan kenaikan anggaran militer, sementara masalah ekonomi, sosial, dan layanan publik diabaikan

Komite Pertahanan Parlemen baru-baru ini menyatakan bahwa Inggris “tidak memiliki rencana memadai” untuk menghadapi skenario konflik besar.

Moskow dan Beijing: “Ini Bagian dari Militerisasi Eropa oleh Inggris”

Baik Rusia maupun Tiongkok mengecam Inggris:

Rusia menuduh London memicu krisis keamanan Eropa dengan “kampanye russofobia”.

Tiongkok menuduh London dan NATO berusaha mengekang perkembangan ekonomi dan politiknya dengan dalih keamanan.

Kesimpulan: Ancaman Nyata atau Rekayasa Politik?

Pengamat menilai, bertepatan munculnya isu kapal Rusia dan mata-mata Tiongkok bukan kebetulan. Ini tampaknya:

alat bagi London untuk meningkatkan anggaran militer,

memulihkan industri senjata,

dan menegaskan kembali perannya dalam struktur keamanan Barat setelah Brexit.

Namun pertanyaannya kini adalah:

Apakah strategi ini benar-benar meningkatkan keamanan Inggris dan Eropa, atau justru mempercepat spiral ketegangan baru dengan Rusia dan Tiongkok?(sl)