Mengapa Trump Meminta Jepang Cegah Eskalasi Ketegangan dengan Tiongkok?
https://parstoday.ir/id/news/world-i181302-mengapa_trump_meminta_jepang_cegah_eskalasi_ketegangan_dengan_tiongkok
Dua sumber pemerintah Jepang menyatakan bahwa Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dalam kontak telepon terbararnya dengan Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang, telah memintanya untuk mencegah semakin meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok. Ia menekankan bahwa Beijing tidak boleh diprovokasi dan perbedaan pendapat harus dikelola.
(last modified 2025-11-30T06:20:03+00:00 )
Nov 30, 2025 11:33 Asia/Jakarta
  • Mengapa Trump Meminta Jepang Cegah Eskalasi Ketegangan dengan Tiongkok?

Dua sumber pemerintah Jepang menyatakan bahwa Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dalam kontak telepon terbararnya dengan Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang, telah memintanya untuk mencegah semakin meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok. Ia menekankan bahwa Beijing tidak boleh diprovokasi dan perbedaan pendapat harus dikelola.

Kontak Trump dengan Takaichi pada 25 November dilakukan setelah percakapan telepon antara Trump dan Xi Jinping, Presiden Cina, di mana pemimpin Tiongkok tersebut mengatakan bahwa “kembalinya Taiwan ke Cina” merupakan bagian utama dari pandangan Beijing mengenai tatanan dunia.

Gedung Putih dalam sebuah pernyataan mengatakan: hubungan Amerika Serikat dengan Tiongkok sangat baik dan hubungan ini dengan Jepang, yang merupakan sekutu dekat kami, juga sangat baik.

Takaichi pada awal bulan ini mengatakan kepada parlemen Jepang bahwa serangan hipotetis Cina terhadap Taiwan dapat menyebabkan tindakan militer Jepang, dan pernyataan ini memicu ketangan diplomatik terbesar dengan Beijing dalam beberapa tahun terakhir.

Beijing bereaksi keras terhadap pernyataan Takaichi dan memanggil duta besar Jepang. Cina juga meminta warganya untuk tidak bepergian ke Jepang dan menghentikan impor produk laut dari Jepang. “Wang Yi,” Menteri Luar Negeri Cina, juga memperingatkan Tokyo dalam hal ini dan dengan menyatakan bahwa pengiriman sinyal-sinyal militer dari para pemimpin Jepang mengenai masalah Taiwan adalah melampaui “garis merah,” mengingatkan: jika Tokyo melanjutkan jalur ini, Beijing terpaksa akan menunjukkan reaksi tegas, bukan hanya untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya, tetapi juga untuk membela pencapaian-pencapaian setelah Perang Dunia II dan keadilan internasional.

Tampaknya permintaan Trump dari Perdana Menteri Jepang untuk mencegah meningkatnya ketegangan dengan Cina lebih disebabkan oleh kekhawatiran Washington bahwa meningkatnya ketegangan antara dua kekuatan Asia ini, terutama terkait masalah Taiwan, dapat menyebabkan krisis keamanan dan ekonomi yang lebih luas di kawasan Asia–Pasifik.

Mengenai alasan permintaan Trump, dapat disebutkan hal-hal berikut:

- Menjaga stabilitas regional: Amerika Serikat khawatir bahwa tindakan provokatif apa pun dari Jepang dapat mendorong Cina untuk melakukan reaksi militer atau ekonomi yang lebih keras.

- Mencegah krisis ekonomi: Cina dan Jepang adalah dua ekonomi besar Asia, dan setiap konflik antara mereka dapat mengganggu rantai pasokan global dan pasar keuangan.

- Fokus pada persaingan strategis Amerika–Cina: Washington lebih memilih mengelola perbedaan dengan Beijing secara langsung dan tidak menginginkan sekutunya memperumit situasi dengan tindakan independen.

- Masalah Taiwan: Amerika Serikat di satu sisi mendukung Taiwan, namun di sisi lain tidak ingin krisis berubah menjadi perang langsung antara Cina dan sekutunya, karena situasi semacam itu dapat memaksa AS untuk melakukan intervensi militer.

Adapun dampak meningkatnya ketegangan antara Cina dan Jepang, dapat disebutkan hal-hal berikut:

1. Risiko bentrokan militer: Jika Jepang secara terbuka terlibat dalam sengketa Taiwan, kemungkinan bentrokan militer antara kedua negara akan meningkat. Perang semacam itu tidak hanya akan memengaruhi Asia Timur tetapi seluruh dunia.

2. Gangguan pada ekonomi global: Cina dan Jepang memainkan peran kunci dalam produksi dan ekspor barang teknologi. Krisis apa pun dapat mengganggu rantai pasokan global, mulai dari semikonduktor hingga mobil.

3. Meningkatnya nasionalisme di kedua negara: Ketegangan yang meningkat dapat mendorong situasi domestik di Tiongkok dan Jepang menuju nasionalalisme ekstrem, dan mengurangi kemungkinan kompromi diplomatik.

4. Melemahnya kerja sama regional: Organisasi-organisasi regional seperti ASEAN dan perjanjian ekonomi Asia Timur dapat mengalami tekanan, dan kerja sama multilateral dapat menurun.

5. Meningkatnya tekanan pada Amerika Serikat: Washington akan dipaksa untuk menyeimbangkan antara mendukung sekutunya (Jepang) dan mencegah perang dengan Tiongkok; situasi yang dapat menimbulkan tantangan serius bagi kebijakan luar negeri AS.

Pada akhirnya, harus dikatakan bahwa permintaan Trump kepada Perdana Menteri Jepang untuk mencegah meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok menunjukkan kekhawatiran mendalam Washington terhadap dampak keamanan dan ekonomi dari ketegangan tersebut. Amerika Serikat tahu bahwa setiap krisis antara dua kekuatan Asia dapat dengan cepat berubah menjadi krisis global. Oleh karena itu, rekomendasi Trump lebih merupakan upaya untuk mengelola krisis dan mencegah masuknya Amerika Serikat ke dalam sebuah konfrontasi langsung dengan Cina.(PH)