Imam Khamenei: Bangsa Iran Jelas Mengalahkan Amerika dan Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i181194-imam_khamenei_bangsa_iran_jelas_mengalahkan_amerika_dan_rezim_zionis
Pars Today - Pemimpin Besar Revolusi Islam menegaskan, "Dalam Perang 12 Hari, bangsa Iran tanpa keraguan telah mengalahkan Amerika dan Zionis. Mereka datang untuk berbuat kerusakan, tapi akhirnya dipukul mundur dan kembali dengan tangan kosong."
(last modified 2025-11-28T13:20:59+00:00 )
Nov 28, 2025 22:08 Asia/Jakarta
  • Imam Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam
    Imam Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam

Pars Today - Pemimpin Besar Revolusi Islam menegaskan, "Dalam Perang 12 Hari, bangsa Iran tanpa keraguan telah mengalahkan Amerika dan Zionis. Mereka datang untuk berbuat kerusakan, tapi akhirnya dipukul mundur dan kembali dengan tangan kosong."

Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari situs resmi Kantor Rahbar Imam Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam pada Kamis (27/11/2025) malam dalam pidato televisi yang ditujukan kepada bangsa Iran, menekankan pentingnya memperkuat dan melanjutkan secara kokoh gerakan Basij dari generasi ke generasi sebagai “sebuah kekayaan besar, gerakan umum, dan faktor peningkatan kekuatan nasional”.

Imam Khamenei menegaskan bahwa keberadaan gerakan seperti Basij merupakan solusi dan bermanfaat bagi setiap negara, khususnya Iran yang secara terbuka berdiri tegak menghadapi para kekuatan arogan dan pelaku kekerasan internasional.

Imam Khamenei menekankan perlunya perlawanan bangsa-bangsa terhadap keserakahan dan intervensi kekuatan yang mendominasi dunia.

Rahbar menyatakan bahwa unsur besar perlawanan yang dibangun dan berkembang di Iran kini terlihat dalam slogan-slogan dukungan terhadap Palestina dan Gaza di berbagai belahan dunia, termasuk negara-negara Barat bahkan di Amerika.

Beliau menilai semangat hidup dan vitalitas Basij sebagai faktor pertumbuhan perlawanan bangsa-bangsa terhadap para penindas dunia, dan menambahkan bahwa kaum tertindas dunia dengan berkembangnya perlawanan merasakan dukungan dan kekuatan.

Imam Khamenei menyebut Basij sebagai penangkal rencana musuh di bidang militer, ekonomi, produksi, teknologi, dan seluruh aspek lainnya.

Menurut Imam Khamenei, "Para ilmuwan yang gugur dalam Perang 12 Hari, para perancang, pembuat dan peluncur roket, siapa pun yang dengan logika kuat dan bahasa tegas melawan propaganda dan bisikan musuh, para dokter dan perawat yang tidak meninggalkan rumah sakit saat perang, serta para atlet yang di arena internasional menunjukkan pengabdian kepada Tuhan, agama, bangsa, dan negara, baik mereka anggota organisasi Basij maupun tidak, semuanya adalah Basiji."

Dalam bagian lain pidatonya mengenai isu kawasan dan Perang 12 Hari, Imam Khamenei menegaskan kembali, "Bangsa Iran tanpa ragu mengalahkan Amerika dan Zionis. Mereka datang berbuat kerusakan, tapi akhirnya dipukul mundur, kembali dengan tangan kosong, dan gagal mencapai tujuan mereka, suatu kekalahan nyata bagi mereka."

Beliau menyinggung adanya pernyataan tentang rencana 20 tahun rezim Zionis untuk berperang dengan Iran dan mengatakan, Mereka telah menyusun rencana dengan memprovokasi rakyat untuk melawan sistem, tapi rencana itu justru terbalik. Rakyat bersatu mendukung sistem, bahkan mereka yang sebelumnya berseberangan ikut bergabung, sehingga tercipta persatuan nasional.

Imam Khamenei juga menyebut kerugian besar Amerika dalam Perang 12 Hari. Menurutnya, Amerika benar-benar mengalami kerugian. Meskipun menggunakan senjata ofensif dan defensif paling canggih, Amerika gagal mencapai tujuannya untuk menipu rakyat dan menarik mereka ke pihaknya. Sebaliknya, persatuan rakyat semakin kuat dan Amerika pun gagal.

Beliau menyoroti aib besar dan keburukan rezim Zionis dalam tragedi Gaza sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah kawasan. "Amerika, yang berdiri di sisi rezim perampas itu, ikut tercoreng dan tercela karena dunia tahu bahwa rezim Zionis tidak mampu menciptakan tragedi sebesar itu tanpa dukungan Amerika."

Imam Khamenei menyebut pemimpin rezim Zionis sebagai manusia paling dibenci di dunia saat ini, dan rezim Zionis sebagai organisasi paling dibenci. Karena Amerika mendukung mereka, kebencian terhadap Zionis juga menular kepada Amerika.

Beliau menilai intervensi Amerika di berbagai belahan dunia sebagai faktor utama meningkatnya isolasi negara itu. Setiap intervensi Amerika, menurut beliau, berujung pada perang, genosida, kehancuran, dan pengungsian.

Imam Khamenei mencontohkan perang Ukraina yang merugikan dan tanpa hasil sebagai salah satu bentuk intervensi Amerika. Presiden Amerika saat ini, yang pernah mengklaim akan menyelesaikan perang dalam tiga hari, kini setelah sekitar satu tahun justru memaksakan rencana 28 pasal kepada negara yang mereka masukkan ke dalam perang.

Beliau juga menyebut serangan rezim Zionis ke Lebanon, agresi ke Suriah, kejahatan di Tepi Barat, dan kondisi tragis Gaza sebagai bukti nyata dukungan Amerika terhadap perang dan kejahatan rezim Zionis. Imam Khamenei menolak klaim bahwa Iran melalui negara tertentu mengirim pesan kepada Amerika, dan menegaskan hal itu adalah kebohongan semata.

Beliau menambahkan bahwa Amerika bahkan mengkhianati sekutunya demi mendukung mafia Zionis dan penjahat demi mengobarkan perang di dunia untuk minyak dan sumber daya alam, yang kini meluas hingga Amerika Latin.

Imam Khamenei menegaskan, "Negara seperti itu jelas bukan negara yang Republik Islam ingin bekerja sama atau menjalin hubungan dengannya."(sl)