Mengapa Netanyahu dan Katz diam tentang baku tembak di Suriah?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i181324-mengapa_netanyahu_dan_katz_diam_tentang_baku_tembak_di_suriah
Pars Today - Bentrok terbaru di selatan Suriah menunjukkan bahwa Netanyahu tidak ingin membuat Trump marah. Sementara dengan meningkatnya intervensi Ankara di Suriah, Tel Aviv khawatir memprovokasi Erdogan. Selain itu, rezim Zionis dalam operasi ini secara intelijen terkejut.
(last modified 2025-11-30T06:17:07+00:00 )
Nov 30, 2025 13:14 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu
    Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu

Pars Today - Bentrok terbaru di selatan Suriah menunjukkan bahwa Netanyahu tidak ingin membuat Trump marah. Sementara dengan meningkatnya intervensi Ankara di Suriah, Tel Aviv khawatir memprovokasi Erdogan. Selain itu, rezim Zionis dalam operasi ini secara intelijen terkejut.

Menurut laporan ISNA, kalangan politik rezim Zionis, terutama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Perang Yisrael Katz, memilih diam atas baku tembak berbahaya di selatan Suriah yang menyebabkan enam tentara rezim tersebut terluka.

Kalangan keamanan menyebut insiden ini sebagai perkembangan yang dengan cepat dapat berubah menjadi ketegangan militer yang lebih luas.

Media Zionis menulis bahwa bentrokan ini terjadi dalam operasi militer rezim untuk menangkap beberapa anggota kelompok Jamaah Islam di daerah Beit Jinn, sekitar 11 kilometer dari perbatasan Suriah dan Palestina yang diduduki, antara pasukan militer rezim dan penduduk setempat.

Rezim Zionis memulai operasi ini dengan klaim bahwa kelompok Jamaah Islam sedang merencanakan serangan terhadap Israel. Dalam bentrokan itu, enam tentara rezim Zionis terluka, tiga di antaranya dalam kondisi serius.

Sumber Suriah menyatakan bahwa sedikitnya 14 orang tewas dalam baku tembak itu.

Menurut kantor berita Ma’an, meskipun insiden ini penting dan berbahaya serta berpotensi menjadi krisis politik-keamanan, Netanyahu tidak mengeluarkan pernyataan apa pun dan Katz juga menolak berkomentar, padahal biasanya ia menyampaikan sikapnya melalui media sosial.

Penilaian Israel menunjukkan bahwa diamnya Netanyahu terkait dengan keinginannya untuk tidak membuat Presiden AS Donald Trump marah. Karena Trump dalam kerangka inisiatifnya untuk menciptakan “perdamaian regional” berusaha membangun kesepakatan keamanan antara rezim Zionis dan Suriah.

Selain itu, Tel Aviv khawatir memprovokasi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengingat meningkatnya intervensi Ankara di Suriah.

Evaluasi menunjukkan bahwa rezim Zionis, di tengah kekhawatiran kebocoran informasi tentang pergerakan pasukan Israel atau kelalaian pemerintah Suriah dalam menghadapi kelompok bersenjata seperti Hamas dan Jihad Islam yang beroperasi di Suriah, secara intelijen terkejut dengan perkembangan insiden ini.

Beberapa sumber keamanan Zionis mengatakan bahwa pemerintah Suriah mengetahui keberadaan kelompok bersenjata di Beit Jinn tetapi memutuskan untuk tidak mengambil tindakan terhadapnya.

Laporan menyebutkan bahwa rezim Zionis telah mengirim pesan keras kepada Damaskus, menegaskan penolakannya terhadap keberadaan pasukan musuh di dekat perbatasan, dan menyatakan bahwa kondisi di Suriah tidak stabil serta tidak memungkinkan adanya kesepakatan apa pun.

Sumber-sumber Zionis mengklaim, “Insiden ini menunjukkan bahwa tidak boleh ada penarikan dari wilayah yang dikendalikan Israel, khususnya Jabal al-Sheikh.”

Namun setelah bentrokan ini, tidak ada pertemuan darurat untuk konsultasi keamanan-politik, dan Katz melanjutkan agenda hariannya.

Kalangan keamanan rezim Zionis, mengingat belum ada sikap resmi dari para pemimpin politik, khawatir akan dampak insiden ini dan kemungkinan berubahnya bentrokan di Suriah menjadi front yang lebih luas.(sl)