Kekacauan di Bandara Dunia, Mencermati Alasan Penghentian Ribuan Penerbangan
-
Pessawat penumpang
Pars Today - Ribuan penerbangan di seluruh dunia dalam beberapa jam terakhir terhenti akibat cacat perangkat lunak pada keluarga pesawat Airbus A320. Cacat ini diduga terkait dengan pengaruh radiasi matahari yang kuat terhadap komputer kendali penerbangan, sehingga badan penerbangan Eropa dan Amerika secara luar biasa memerintahkan perbaikan masalah dan “kembali ke versi sebelumnya perangkat lunak”.
Menurut laporan IRNA, setelah terjadi penurunan ketinggian mendadak pada penerbangan maskapai JetBlue pada 30 Oktober yang menyebabkan sedikitnya 15 penumpang terluka, investigasi oleh Airbus dan badan keselamatan penerbangan Eropa menemukan cacat penting pada perangkat lunak salah satu komputer vital pesawat seri A320.
Cacat ini, menurut penilaian, dalam kondisi tertentu radiasi matahari yang kuat dapat mengganggu data penting sistem kendali penerbangan.
Peringatan pada hari Jumat (28/11) dari European Union Aviation Safety Agency (EASA) untuk menghentikan sejumlah penerbangan, dan kemudian peringatan dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika, menyebabkan sekitar 6.000 pesawat dari armada global Airbus di lebih dari 65 negara, termasuk model A318, A319, A320, dan A321, dihentikan untuk pembaruan perangkat lunak segera atau penggantian perangkat keras.
Gangguan mendadak ini, yang terjadi pada hari-hari tersibuk perjalanan di Amerika dan beberapa negara Asia, menjadi salah satu krisis teknis terbesar dalam industri penerbangan dalam beberapa tahun terakhir.
Alasan Gangguan, Perangkat lunak baru ELAC dan radiasi matahari
Airbus menyatakan bahwa masalah pada keluarga A320 berasal dari cacat pada versi baru perangkat lunak Elevator and Aileron Computer (ELAC), yang bertugas mengendalikan permukaan penerbangan dan aileron pesawat.
Investigasi menunjukkan bahwa radiasi matahari yang kuat di ketinggian dapat mengganggu data penting sistem ini dan membahayakan kinerja kendali penerbangan.
Menurut Airbus dan badan keselamatan, sebagian besar pesawat yang terdampak hanya perlu segera kembali ke versi sebelumnya perangkat lunak, proses yang biasanya memakan waktu dua hingga tiga jam. Namun, sekitar 900 pesawat yang lebih tua membutuhkan penggantian penuh komputer ELAC, yang memakan waktu lebih lama dan dapat berdampak jangka pendek pada jadwal penerbangan.
Dimensi krisis: Penghentian ribuan pesawat hingga dampak perjalanan akhir pekan
Peringatan awal dari EASA dan konfirmasi Airbus mengenai cacat pada perangkat lunak ELAC, yang diproduksi oleh perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Thales, menyebabkan sebagian besar armada A320 di dunia untuk sementara dihentikan.
Menurut pengumuman resmi, sekitar 6.000 pesawat, lebih dari separuh armada aktif keluarga ini, harus diperiksa perangkat lunaknya sebelum melakukan penerbangan penumpang.
Di Eropa, maskapai Lufthansa, Swiss, Austrian Airlines, dan Air France menghadapi sejumlah penundaan dan pembatalan penerbangan. Bandara Charles de Gaulle Paris dan Gatwick London melaporkan adanya gangguan, sementara bandara Heathrow menyatakan tidak ada pembatalan penerbangan.
Lufthansa Jerman juga mengumumkan bahwa sebagian besar pembaruan perangkat lunak dilakukan sepanjang malam sehingga gangguan operasional diminimalkan.
Di Asia, maskapai ANA Jepang membatalkan 95 penerbangan dan lebih dari 13 ribu penumpang terdampak. Jetstar di Australia membatalkan 90 penerbangan, sementara Tigerair Taiwan melaporkan sejumlah penerbangan mengalami penundaan.
Di Amerika Serikat, bertepatan dengan kembalinya jutaan penumpang setelah libur Thanksgiving, periode perjalanan tersibuk di negara ini, maskapai berada di bawah tekanan ekstra.
American Airlines, operator A320 terbesar di dunia, menyatakan 209 dari 480 pesawatnya perlu diperbaiki, tapi sebagian besar telah diperbarui hingga Sabtu.
United Airlines mengumumkan seluruh pesawatnya telah diperbarui, sementara JetBlue terpaksa membatalkan 70 penerbangan pada hari Minggu.
Kembalinya ketertiban secara bertahap
Philippe Tabarot, Menteri Transportasi Prancis, pada Sabtu waktu setempat menyatakan bahwa pembaruan untuk lebih dari 5.000 pesawat berjalan baik dan kurang dari 100 pesawat masih membutuhkan pembaruan. Data dari sistem pelacakan penerbangan seperti Cirium dan FlightAware menunjukkan bahwa hingga Sabtu sore waktu setempat, kondisi sebagian besar bandara telah kembali normal.
Guillaume Faury, CEO Airbus, meminta maaf kepada pelanggan atas tantangan logistik dan penundaan yang muncul setelah penerapan perbaikan ini. Dalam sebuah pesan di LinkedIn, ia menulis bahwa tim Airbus bekerja siang dan malam untuk mendukung operator dan mempercepat pembaruan agar pesawat kembali beroperasi dengan tingkat keselamatan yang diharapkan dari Airbus.
Dampak industri
Meski gangguan berskala besar, upaya tanpa henti maskapai membuat penerbangan secara bertahap kembali normal. Namun, dampak manajerial, teknis, dan operasional dari peristiwa ini masih menjadi bahan diskusi para ahli industri penerbangan.
Para pakar menekankan bahwa karena keluarga A320 merupakan pesawat terlaris Airbus, industri berharap perusahaan akan memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab teknis kesalahan dan kemungkinan terulangnya masalah tersebut.(sl)