Kerja Sama Iran-Saudi dengan Perspektif Keamanan, Pembangunan, dan Persatuan Islam
-
Mohammed bin Salman dan Masoud Pezeshkian
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi menekankan, "Pendekatan Iran di arena regional didasarkan pada persaudaraan Islam, pengembangan hubungan persahabatan, dan perluasan kerja sama dengan negara-negara Islam."
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan, "Pendekatan Iran didasarkan pada pemeliharaan persatuan dan integritas kelompok etnis dan agama serta penguatan kohesi nasional. Di arena regional, upaya juga dilakukan untuk memperkuat dan mempromosikannya dengan pendekatan yang didasarkan pada persaudaraan Islam, pengembangan hubungan persahabatan, dan perluasan kerja sama dengan negara-negara Islam."
Presiden Iran menambahkan, "Dengan kerja sama bersama, kita dapat membangun kawasan yang aman, maju, dan berkembang bagi bangsa kita."
Pezeshkian juga mengapresiasi dukungan dan bantuan negara-negara Islam untuk bangsa Iran, terutama dari Arab Saudi, dan mengatakan, "Ancaman dan operasi psikologis Amerika bertujuan untuk mengganggu keamanan kawasan dan tidak akan menghasilkan apa pun selain ketidakstabilan bagi mereka."
Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi mengatakan dalam percakapan telepon dengan Pezeshkian, "Solidaritas dan kohesi negara-negara Islam sangat penting."
Percakapan telepon antara Presiden Iran dan Mohammed bin Salman bukan hanya kontak diplomatik biasa. Percakapan ini dapat dinilai sebagai simbol pendekatan baru dan sekaligus berakar dalam kebijakan luar negeri Republik Islam Iran terhadap dunia Islam.
Iran menganggap dirinya bukan hanya aktor politik, tetapi juga anggota keluarga besar Islam yang memiliki tanggung jawab moral dan strategis terhadap negara-negara Islam lainnya. Oleh karena itu, kerja sama kolektif juga merupakan kebutuhan strategis. Pandangan ini meletakkan dasar bagi semacam identitas dan konvergensi strategis di dunia Islam yang dapat memainkan peran penstabil terhadap tekanan dan intervensi dari kekuatan transregional.
Iran menampilkan dirinya sebagai mitra potensial dan aktual negara-negara Islam dalam membangun masa depan yang berbeda untuk kawasan, di mana logika konfrontasi digantikan oleh logika kerja sama dan nasib bersama. Meneliti berbagai dimensi kerja sama antara Iran dan Arab Saudi menunjukkan bahwa hubungan ini melampaui interaksi bilateral sederhana dan dapat mengubah arsitektur keamanan, ekonomi, dan politik Asia Barat. Hubungan antara Tehran dan Riyadh memengaruhi dunia Islam dan bahkan sistem internasional.
Sebagai dua kekuatan penting di Asia Barat, Iran dan Arab Saudi memainkan peran penting dalam membentuk tren keamanan, politik, dan ekonomi kawasan ini. Kerja sama antara kedua negara ini, di luar hubungan bilateral, memiliki implikasi luas bagi stabilitas regional, mengurangi ketegangan agama, membendung intervensi oleh kekuatan transregional, dan pembangunan ekonomi.
Republik Islam Iran percaya bahwa pembangunan dan kemajuan regional hanya mungkin melalui kerja sama kolektif. Negara-negara Islam dapat membangun kawasan yang maju, aman, dan stabil melalui sinergi, dan pendekatan ini menempatkan Iran pada posisi pendukung kerja sama multilateral.
Iran dan Arab Saudi adalah dua pemain kunci di dunia Islam. Kerja sama antara kedua negara ini dapat berdampak langsung pada keamanan, stabilitas, dan kemakmuran kawasan. Kedua belah pihak menekankan solidaritas Islam dan kepentingan bersama bangsa-bangsa. Konvergensi ini dapat menjadi titik balik dalam persamaan geopolitik Asia Barat.
Konvergensi Tehran dan Riyadh bukan hanya kebutuhan bilateral, tetapi juga kebutuhan strategis bagi seluruh kawasan. Kerja sama politik antara Iran dan Arab Saudi dapat dianggap sebagai titik awal pembentukan tatanan keamanan lokal di Asia Barat. Tatanan yang didasarkan pada dialog, kerja sama, dan tanggung jawab bersama.
Kerja sama ekonomi antara kedua negara juga dapat menjadi pendorong pembangunan regional. Iran dan Arab Saudi sama-sama memiliki potensi energi yang besar, sumber daya alam, pasar yang besar, dan posisi geopolitik yang istimewa. Sinergi dari potensi-potensi ini dapat mengarah pada stabilitas pasar energi, pengembangan proyek bersama, peningkatan perdagangan, dan penguatan jalur transit.(sl)