Beli Jet Tempur Rusia, Washington Ancam Sanksi Aljazair
-
Sukhoi Su-57E
Pars Today - Amerika Serikat mengancam Aljazair dengan penerapan sanksi karena pembelian jet tempur canggih Rusia Sukhoi Su-57E.
Menurut laporan Rabu (04/02/2026) dini hari IRNA yang mengutip jaringan Russia Today, Robert Palladino, Pejabat urusan Timur Tengah dan Afrika Utara di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat menyatakan bahwa transaksi persenjataan dengan Rusia bersifat mengkhawatirkan dan dapat menjadi dasar pemberlakuan sanksi oleh pemerintah AS berdasarkan Undang-Undang CAATSA (Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act).
Palladino mengatakan bahwa Washington bekerja sama dengan Aljazair dalam sejumlah bidang, namun memiliki perbedaan mendasar dalam isu-isu tertentu, termasuk transaksi militer Aljazair dengan Rusia.
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat biasanya menggunakan instrumen tekanan diplomatik secara tidak terbuka untuk menghentikan perilaku yang dianggap tidak dapat diterima.
Pernyataan pejabat Kementerian Luar Negeri AS itu disampaikan setelah Aljazair pada Februari 2025 secara resmi mengumumkan pembelian jet tempur Sukhoi Su-57E, pesawat tempur generasi kelima buatan Rusia, dan menjadi negara asing pertama yang menerima jet tempur canggih tersebut.
Undang-Undang (CAATSA) merupakan regulasi yang disahkan dengan dukungan kuat Kongres dan Senat Amerika Serikat terhadap Iran, Rusia, dan Korea Utara, dengan tujuan menjatuhkan sanksi atas apa yang disebut sebagai tindakan berbahaya dan bermusuhan negara-negara tersebut terhadap Amerika Serikat dan sekutunya. Undang-undang ini ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan secara resmi diberlakukan.(sl)