Mengapa Zelensky Tiba-Tiba Setuju untuk Mengadakan Pemilu?
https://parstoday.ir/id/news/world-i182094-mengapa_zelensky_tiba_tiba_setuju_untuk_mengadakan_pemilu
Pars Today - Pengumuman mendadak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tentang kesiapan untuk mengadakan pemilihan umum presiden di Ukraina setelah berbulan-bulan menentangnya karena kondisi perang, telah mendorong para analis untuk meneliti motif di balik perubahan sikap ini.
(last modified 2025-12-13T01:22:23+00:00 )
Des 13, 2025 06:28 Asia/Jakarta
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

Pars Today - Pengumuman mendadak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tentang kesiapan untuk mengadakan pemilihan umum presiden di Ukraina setelah berbulan-bulan menentangnya karena kondisi perang, telah mendorong para analis untuk meneliti motif di balik perubahan sikap ini.

Menurut laporan Pars Today, beberapa analis mengaitkan perubahan sikap dan pengumuman mendadak tentang kesiapan presiden Ukraina untuk mengadakan pemilihan dengan isu-isu seperti skandal keuangan yang meluas di negara itu, situasi genting pasukan Ukraina di medan perang, dan upaya untuk mendapatkan jaminan keamanan dari Amerika Serikat.

The New York Times menulis mengenai hal ini, “Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencoba untuk mendapatkan jaminan keamanan dari Amerika Serikat dengan mengubah sikapnya tentang pemilu, yang sebelumnya dianggapnya mustahil untuk diadakan dalam kondisi perang, dan ini dalam situasi di mana Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menunjukkan bahwa kemenangan Rusia dalam konflik militer dengan Ukraina akan tak terhindarkan dan semakin lama waktu berlalu, semakin sulit situasi bagi Kiev.

Koran ini juga mencatat bahwa komentar Zelensky tentang pemilihan umum muncul di tengah krisis domestik di Ukraina menyusul skandal keuangan besar-besaran di negara itu dan terungkapnya keterlibatan mantan kepala stafnya, Andriy Yermak, dalam kasus ini. Selain itu, keberhasilan militer Rusia baru-baru ini di medan perang juga dapat berperan dalam perubahan sikap ini.

Persetujuan mendadak Volodymyr Zelensky untuk mengadakan pemilihan umum terjadi pada saat ia sebelumnya menganggap mustahil untuk mengadakan pemilihan umum di masa perang. Perubahan sikap ini dapat dianalisis pada titik temu beberapa krisis domestik dan perkembangan eksternal yang krusial:

Tekanan domestik Ukraina dan krisis legitimasi

Zelensky menghadapi badai yang beragam di dalam negeri. Skandal keuangan besar-besaran yang bahkan telah melibatkan mantan kepala stafnya, Andriy Yermak, telah sangat merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah. Di sisi lain, kekalahan beruntun di medan perang dan mundurnya pasukan Ukraina telah mempertanyakan efektivitas kepemimpinan militer dan politik pemerintah.

Dalam suasana seperti itu, kritik dari dalam semakin meningkat, bahkan dari anggota parlemen seperti Oleksy Goncharenko, yang menyerukan pengunduran diri Zelensky tanpa syarat.

Tekanan eksternal, terutama dari Amerika Serikat

Faktor eksternal yang menentukan adalah perubahan iklim politik di Washington. Pernyataan eksplisit Donald Trump tentang "kepastian kemenangan Rusia" dan penekanannya pada perlunya mengadakan pemilihan umum di Ukraina telah mengirimkan sinyal yang jelas kepada Kiev. 

Analisis New York Times mencatat bahwa perubahan posisi Zelensky menyerupai "taktik negosiasi". Dengan menunjukkan kesediaan yang nyata untuk mengadakan pemilu, ia mencoba untuk mendapatkan jaminan keamanan dan militer yang nyata dan jangka panjang dari Amerika Serikat sebagai imbalannya. Langkah ini merupakan respons terhadap ketidakpastian yang mendalam tentang dukungan berkelanjutan dari Barat.

Respons terhadap tekanan Rusia dan krisis hukum

Pemerintah Rusia telah lama menekankan kurangnya legitimasi Zelensky setelah berakhirnya masa jabatan presidennya yang sah pada Mei 2024. Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka menyatakan bahwa kegagalan untuk mengadakan pemilu adalah "kesalahan strategis" oleh Kiev.

Pengumuman Zelensky tentang kesediaan untuk mengadakan pemilu, meskipun bersyarat, merupakan respons terhadap pernyataan hukum-politik Rusia ini dan upaya untuk menetralkan argumen ini di arena internasional.(sl)