Dokumen Strategi Keamanan Nasional Trump: Moskow Senang, Eropa Khawatir
https://parstoday.ir/id/news/world-i182184-dokumen_strategi_keamanan_nasional_trump_moskow_senang_eropa_khawatir
Pars Today - Dokumen strategi keamanan nasional baru pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menimbulkan gelombang kejutan dan kekhawatiran di ibu kota NATO dengan mengumumkan dukungan eksplisit untuk partai-partai sayap kanan di Eropa, meremehkan ancaman Rusia dan mengkritik sekutu, sementara disambut baik oleh Kremlin.
(last modified 2025-12-14T03:38:07+00:00 )
Des 14, 2025 10:36 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Dokumen strategi keamanan nasional baru pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menimbulkan gelombang kejutan dan kekhawatiran di ibu kota NATO dengan mengumumkan dukungan eksplisit untuk partai-partai sayap kanan di Eropa, meremehkan ancaman Rusia dan mengkritik sekutu, sementara disambut baik oleh Kremlin.

Menurut laporan Pars Today, publikasi dokumen strategi keamanan nasional setebal 33 halaman dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menjadi guncangan dalam struktur Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO).

Dokumen yang digambarkan Moskow sebagai "langkah positif" dan sejalan dengan pandangannya, telah menimbulkan perasaan jengkel, kebingungan, dan kekhawatiran mendalam di antara sekutu Eropa Washington dan telah mengungkap kesenjangan tersembunyi dan terbuka dalam nilai-nilai dan prioritas kedua sisi Atlantik.

Inti utama dokumen itu, yang telah menyebabkan "aksi" ini di NATO, adalah tiga pendekatan kontroversial:

Pertama, redefinisi ancaman dan perubahan arah dari Rusia, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya Rusia tidak lagi digambarkan sebagai ancaman langsung terhadap Amerika Serikat, melainkan sebagai agen yang dengannya Amerika Serikat harus berupaya untuk "memulihkan stabilitas strategis" sehingga ekonomi Eropa dapat stabil.

Perubahan nada yang drastis ini, yang disambut baik oleh juru bicara Kremlin, telah ditafsirkan oleh negara-negara Eropa Timur yang melihat diri mereka berada di pusat ancaman Rusia sebagai pengurangan komitmen keamanan Washington.

Kedua, dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk gerakan nasionalis Eropa. Dokumen baru ini secara eksplisit menyatakan dukungan untuk partai-partai yang disebut "patriotik" di Eropa yang menentang migrasi dan mendukung kedaulatan nasional yang kuat.

Posisi ini secara efektif menargetkan politik domestik sekutu seperti Jerman dan Prancis dan, menurut pejabat seperti Carl Bildt, mantan Perdana Menteri Swedia menggambarkan Amerika Serikat sebagai "bahkan lebih kanan daripada sayap kanan jauh Eropa". Pendekatan seperti itu merusak fondasi nilai-nilai demokrasi liberal umum yang diklaim NATO untuk dipertahankan.

Ketiga, tuduhan dan ketidakpercayaan terhadap lembaga-lembaga Eropa. Dokumen ini menuduh Uni Eropa merusak “kebebasan politik” dan “kedaulatan nasional” dan bahkan menyajikannya sebagai penghalang upaya perdamaian AS dalam perang Ukraina.

Tuduhan ini muncul pada saat Eropa telah mencoba beradaptasi dengan tekanan Trump dengan meningkatkan anggaran pertahanan mereka menjadi 5 persen dari PDB (seperti yang diinginkan Washington) dan mengubah cara mereka memasok senjata ke Ukraina (membayarnya dari kantong mereka sendiri alih-alih menggunakan bantuan AS).

Reaksi Eropa merupakan campuran upaya untuk meredakan ketegangan dan ungkapan keprihatinan. Para pejabat seperti Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul, sambil menekankan kelanjutan aliansi, menyebut isu-isu seperti kebebasan berekspresi di Eropa berada di luar lingkup strategi Amerika. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk juga mencoba menekankan solidaritas dengan mengingatkan “musuh bersama”.

Dokumen keamanan nasional Trump bukan hanya pernyataan kebijakan domestik, tetapi juga alat untuk menciptakan keretakan strategis di Barat. Dengan mempertanyakan landasan ideologis dan keamanan NATO, dokumen ini sebenarnya memperkuat posisi Rusia dan berkontribusi pada perpecahan di antara sekutu Barat.

Masa depan NATO dan keamanan Eropa sekarang bergantung pada sejauh mana sekutu-sekutu ini dapat menahan tekanan unilateralisme ini dan mempertahankan kohesi mereka.(sl)