Masjid Biru Mazar-e-Sharif, sebuah perwujudan seni Iran di Asia Tengah
-
Masjid Biru di Mazar-i-Sharif
Pars Today – Dua masjid bersejarah Afghanistan, Masjid Biru di Mazar-i-Sharif dan Masjid Shah Do Shamshira di Kabul, merupakan perpaduan antara seni Islam, identitas nasional, dan keyakinan rakyat.
Masjid Biru Mazar-i-Sharif, salah satu mahakarya arsitektur Islam di Asia Tengah, memadukan secara unik seni Khurasan dengan kehalusan gaya Timurid. Hiasan keramik geometris dengan bintang enam dan delapan sudut serta motif bunga yang halus menampilkan harmoni dan simetri. Warna biru langit hingga nila pekat menciptakan suasana tenang dan spiritual, sementara kaligrafi Arab menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an bagian tak terpisahkan dari estetika bangunan.
Menurut laporan Mehr News, kubah dua lapis masjid dengan permukaan luar berlapis ubin biru mengilap memantulkan cahaya, menjadikan masjid di siang maupun malam tampak sebagai gumpalan cahaya. Empat menara ramping dan tinggi merupakan contoh menonjol arsitektur vertikal Timurid. Di dalam masjid, pilar-pilar marmer dan mihrab yang dihiasi ayat-ayat Surah An-Nur menampilkan puncak spiritualitas sufistik dan seni Islam. Bangunan ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol nasional dan budaya yang mencerminkan persatuan Islam dalam masyarakat Afghanistan yang beragam.
Di Kabul, Masjid Jami Shah Do Shamshira dengan warna kuning khas dan arsitektur berkubah, merupakan salah satu bangunan tertua di ibu kota. Riwayat menyebutkan bahwa nama masjid ini dinisbatkan kepada seorang panglima Arab, Laits bin Qais, yang bertempur dengan dua pedang dan gugur syahid di tempat tersebut. Masjid ini dianggap sebagai rumah ibadah pertama kaum Muslim di Kabul dan pada tahun 1306 Hijriah Syamsiah (1927 M), dibangun kembali dengan bantuan para insinyur dan arsitek lokal. Makam suci di sampingnya, dengan dua pusara bersejarah, memiliki kedudukan khusus dalam keyakinan masyarakat dan hingga kini tetap menjadi tempat doa dan permohonan hajat
.
Bangunan-bangunan seperti Masjid Biru atau Masjid Shah Do Shamshira bukan sekadar karya arsitektur; melainkan peninggalan dari ikatan sejarah Iran dengan dunia Islam, yang menunjukkan bagaimana Iran dengan landasan peradabannya memperkuat dan mengabadikan pilar-pilar utama budaya Islam. (MF)