Pengabaian Berulang; Apakah Witkoff Berusaha Menyingkirkan Rubio dari Lingkaran Pengambilan Keputusan?
https://parstoday.ir/id/news/world-i182832-pengabaian_berulang_apakah_witkoff_berusaha_menyingkirkan_rubio_dari_lingkaran_pengambilan_keputusan
Pars Today – Menteri luar negeri Amerika berada di ambang sebuah krisis diplomatik besar; krisis yang berakar pada persaingan tersembunyi antara dirinya dan utusan khusus Gedung Putih untuk urusan Ukraina.
(last modified 2025-12-23T10:55:23+00:00 )
Des 23, 2025 17:51 Asia/Jakarta
  • Pengabaian Berulang; Apakah Witkoff Berusaha Menyingkirkan Rubio dari Lingkaran Pengambilan Keputusan?

Pars Today – Menteri luar negeri Amerika berada di ambang sebuah krisis diplomatik besar; krisis yang berakar pada persaingan tersembunyi antara dirinya dan utusan khusus Gedung Putih untuk urusan Ukraina.

Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, tengah bergulat dengan krisis diplomatik yang dengan cepat semakin memburuk; krisis ini muncul setelah terungkapnya rencana perdamaian yang didukung Amerika Serikat dan dipimpin oleh Steve Witkoff, utusan Presiden Donald Trump, yang dianggap sebagai rancangan yang menguntungkan Rusia dalam menghadapi Ukraina.

 

Menurut laporan Pars Today, Rubio seharusnya berpartisipasi dalam perundingan damai dengan pejabat Ukraina di Swiss. Namun, menurut dua pejabat Amerika dan seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Witkoff berangkat lebih dahulu—sebuah langkah yang oleh sebagian pejabat dianggap sebagai upaya untuk mendahului Rubio.

 

Ketiga sumber tersebut menyatakan bahwa Witkoff tidak memberi tahu Rubio maupun pejabat Departemen Luar Negeri lainnya mengenai rencana perjalanannya; tindakan yang menurut mereka bertujuan agar Witkoff dapat melakukan pembicaraan dengan Ukraina sesuai dengan caranya sendiri. Pada akhirnya, menurut sumber yang sama, Rubio berhasil tiba di Jenewa dan memastikan bahwa Witkoff tidak bertemu dengan pejabat Ukraina tanpa kehadirannya.

 

Upaya Witkoff untuk Mengabaikan Rubio dari Sudut Pandang Pejabat Amerika

 

Ini bukan pertama kalinya para pejabat Amerika menilai tindakan Witkoff sebagai upaya untuk mengabaikan Rubio. Peristiwa ini merupakan contoh terbaru dari perbedaan mendalam antara dua tokoh senior pemerintahan Trump; sebuah jurang pandangan yang sangat berbeda mengenai bagaimana mengakhiri perang di Ukraina dan sejauh mana Amerika Serikat harus mempercayai janji-janji Rusia.

 

Alexander Vershbow, seorang mantan diplomat profesional dan mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO, mengatakan: “Seolah-olah keduanya sedang membaca dari dua lembar musik yang berbeda, dan jika dalam sebuah perundingan tidak ada pemahaman bersama mengenai masalah maupun pihak lawan, maka hasil yang baik tidak akan tercapai.”

 

Witkoff Ingin Cepat Mencapai Kesepakatan atas Instruksi Trump, Sementara Rubio Menekan Rusia

 

Witkoff, yang bersemangat untuk segera mencapai kesepakatan sesuai instruksi Trump, mendorong usulan yang menuntut Ukraina memberikan konsesi, termasuk penyerahan wilayah dan penerimaan risiko terhadap keamanan masa depannya. Sementara itu, Rubio bersama sejumlah pejabat lain di pemerintahan Amerika Serikat mendukung penerapan tekanan ekonomi dan militer yang lebih besar terhadap Rusia, dengan tujuan memaksa Presiden Vladimir Putin memberikan konsesi dan menjamin masa depan yang aman bagi Ukraina. Pandangan ini sejalan dengan posisi para sekutu Eropa Amerika Serikat.

 

Rubio Tersisih dan Dihina dalam Kasus Pertemuan dengan Macron

 

Menurut seorang pejabat senior Gedung Putih, seorang pejabat Amerika, dan seorang mantan pejabat Prancis, pada bulan April Rubio dijadwalkan terbang ke Paris untuk melakukan pembicaraan terkait Ukraina. Namun sebelum keberangkatan, timnya mengetahui bahwa Witkoff telah mengatur pertemuan pribadi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Rubio meminta untuk bergabung dalam pertemuan tersebut, tetapi Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan bahwa perubahan itu harus mendapat persetujuan Witkoff. Peristiwa ini dianggap memalukan bagi Rubio, sementara para asistennya berusaha keras menghubungi Witkoff. Akhirnya, menurut pejabat Amerika tersebut, Rubio berhasil menemukan Witkoff dan ia menyetujui kehadiran Rubio dalam pertemuan itu.

 

Rubio Tidak Mengetahui Pertemuan di Florida

 

Pada akhir bulan lalu, beberapa hari setelah pembicaraan di Jenewa, Witkoff mengatur pertemuan dengan pejabat Ukraina di Florida. Menurut seorang pejabat Amerika, Rubio baru mengetahui rencana pertemuan tersebut ketika pihak Ukraina menanyakan hal itu kepada timnya. Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan: “Sangat jelas bahwa Rubio telah disisihkan dari proses ini.”

 

Perbedaan Witkoff dengan Rubio Mengenai Isu Keamanan

 

Selain perbedaan pandangan terkait upaya perdamaian di Ukraina, Witkoff juga berselisih dengan Rubio dan pejabat Departemen Luar Negeri mengenai cara menangani isu-isu keamanan, khususnya dalam perjalanan ke Rusia. Menurut dua pejabat Amerika, sejak awal pemerintahan Trump, Witkoff dan pejabat Departemen Luar Negeri telah berselisih mengenai bagaimana menjamin komunikasi aman di pesawat pribadinya serta penyediaan personel pengamanan untuk pesawat tersebut.

 

Menurut tiga pejabat Amerika, sejumlah pejabat pemerintah secara pribadi mempertanyakan penggunaan pesawat pribadi oleh Witkoff, padahal armada resmi pemerintah tersedia untuk perjalanan luar negeri para diplomat. Seorang pejabat senior pemerintah Amerika menyatakan bahwa ketiadaan sistem komunikasi aman di pesawat Witkoff menimbulkan kekhawatiran serius di Departemen Luar Negeri. Kekhawatiran ini pada bulan Mei memicu peninjauan menyeluruh yang akhirnya menghasilkan upaya terkoordinasi untuk meningkatkan keamanan bagi Witkoff.

 

Sebagai hasilnya, Departemen Luar Negeri menyediakan sistem komunikasi seluler aman untuk digunakan Witkoff di pesawatnya. Namun, menurut seorang pejabat Amerika, Witkoff secara konsisten tidak menggunakan sistem komunikasi aman milik pemerintah tersebut. (MF)