Mundurnya Pasukan Ukraina dari Poros Kharkov / Sikap Rusia soal Taiwan
https://parstoday.ir/id/news/world-i183176-mundurnya_pasukan_ukraina_dari_poros_kharkov_sikap_rusia_soal_taiwan
Perkembangan terbaru di medan militer dan diplomasi Rusia, mulai dari mundurnya pasukan Ukraina di poros Kharkov hingga sikap resmi Moskow terkait Taiwan serta peningkatan ekspor gas ke China, menghadirkan gambaran multidimensi Rusia di ranah keamanan dan ekonomi.
(last modified 2025-12-29T03:00:09+00:00 )
Des 29, 2025 09:53 Asia/Jakarta
  • Mundurnya Pasukan Ukraina dari Poros Kharkov / Sikap Rusia soal Taiwan

Perkembangan terbaru di medan militer dan diplomasi Rusia, mulai dari mundurnya pasukan Ukraina di poros Kharkov hingga sikap resmi Moskow terkait Taiwan serta peningkatan ekspor gas ke China, menghadirkan gambaran multidimensi Rusia di ranah keamanan dan ekonomi.

Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, dalam wawancara dengan kantor berita TASS menegaskan bahwa sikap Moskow terhadap Taiwan “sudah jelas dan tidak berubah”.

Menurut laporan Pars Today, Lavrov menolak segala bentuk kemerdekaan Taiwan dan menegaskan bahwa pulau tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Tiongkok. Ia menekankan bahwa isu Taiwan adalah urusan dalam negeri Republik Rakyat China dan Beijing memiliki hak hukum penuh untuk mempertahankan kedaulatan serta keutuhan wilayahnya.

Mundurnya Pasukan Ukraina dari Poros Kharkov

Sementara itu, sumber-sumber Rusia melaporkan bahwa pasukan Ukraina telah meninggalkan posisi mereka di dekat Liman, di poros Kharkov. Tentara Rusia disebut mengambil alih kendali atas 14 pos tanpa pertempuran.

Menurut laporan Pars Today, sejumlah pos ditinggalkan dalam keadaan kosong meskipun masih terdapat perlengkapan militer. Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengumumkan tewasnya sedikitnya 180 personel militer Ukraina dalam serangan di wilayah Sumy dan Kharkov.

Penembakan Jatuh 25 Drone Ukraina oleh Rusia

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara negara itu dalam kurun waktu tiga jam berhasil mencegat dan menghancurkan 25 drone Ukraina di berbagai wilayah, termasuk Rostov, Laut Azov, dan Krasnodar. Perkembangan ini terjadi di tengah perang yang dimulai pada Februari 2022, ketika Rusia melancarkan apa yang disebut sebagai “operasi militer khusus” terhadap Ukraina, dan hingga kini masih terus berlanjut.

Peningkatan Ekspor Gas Rusia ke Tingkok

Dalam perkembangan lain, Direktur Utama Gazprom mengumumkan bahwa ekspor gas Rusia ke Tiongkok melalui pipa “Power of Siberia” pada 2025 mencapai sekitar 38,8 miliar meter kubik—meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini melampaui kapasitas yang direncanakan, dan diperkirakan akan mencapai sekitar 40 miliar meter kubik hingga akhir tahun. Kesepakatan terbaru antara Rusia dan Tiongkok juga akan meningkatkan volume tahunan jalur ini menjadi 44 miliar meter kubik.(PH)