Bagaimana Amerika dan Israel Merekayasa Kerusuhan di Iran?
https://parstoday.ir/id/news/world-i183978-bagaimana_amerika_dan_israel_merekayasa_kerusuhan_di_iran
Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran sebuah wawancara televisi menekankan bahwa protes adalah hak rakyat dan pemerintah berkewajiban untuk menanggapi protes mereka. Ia juga mencatat bahwa kerusuhan dan serangan terhadap tempat umum, pembakaran masjid, dan pembakaran Kitab Suci adalah plot dan konspirasi Amerika dan Israel terhadap Iran.
(last modified 2026-01-12T07:14:19+00:00 )
Jan 12, 2026 13:28 Asia/Jakarta
  • Bagaimana Amerika dan Israel Merekayasa Kerusuhan di Iran?

Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran sebuah wawancara televisi menekankan bahwa protes adalah hak rakyat dan pemerintah berkewajiban untuk menanggapi protes mereka. Ia juga mencatat bahwa kerusuhan dan serangan terhadap tempat umum, pembakaran masjid, dan pembakaran Kitab Suci adalah plot dan konspirasi Amerika dan Israel terhadap Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, teroris telah berupaya menciptakan kerusuhan dan kekacauan di Iran. Kerusuhan ini telah menyebabkan kerugian ekonomi yang besar baik di sektor publik maupun swasta, dan telah mengakibatkan gugurnya sejumlah orang tak bersalah dan sejumlah anggota kepolisian.

Poin pentingnya adalah bahwa destabilisasi atau rekayasa kekacauan di Iran sedang dilakukan dengan kerja sama bersama Amerika Serikat dan Israel. Perilaku para perusuh dalam menyerang tempat-tempat pemerintah dan swasta serta tempat-tempat keagamaan rakyat Iran menunjukkan bahwa apa yang sedang dilakukan adalah hasil dari rencana lembaga pemikir di wilayah pendudukan dan Amerika Serikat.

Rekayasa kekacauan berakar dari permusuhan Amerika Serikat dan Israel terhadap rakyat dan rezim Islam Iran. Masoud Pezeshkian menyatakan dalam hal ini, “Amerika Serikat dan rezim Zionis, yang membunuh rakyat, pemuda, dan anak-anak kita dalam perang 12 hari, sekarang memerintahkan orang-orang ini untuk melakukan ini, kami di sini, kalian pergi dan hancurkan, kami akan mengejar kalian.”

Poin penting lainnya tentang kerusuhan ini adalah perilaku para perusuh, terutama kepemilikan berbagai senjata dan penembakan yang disengaja terhadap orang-orang sesuai dengan proyek pembunuhan, menunjukkan bahwa aksi terorisme dan kerusuhan dilakukan oleh agen-agen yang didukung oleh AS dan rezim Israel.

Masalah ini juga telah ditekankan dalam pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Pezeshkian mengatakan,"AS dan rezim Zionis melatih beberapa orang di dalam dan luar negeri, mereka membawa teroris dari luar negeri ke negara ini untuk membakar masjid, pasar, dan tempat umum. Mereka membunuh beberapa orang dengan senjata, mereka membakar beberapa orang, dan mereka memenggal kepala beberapa orang. Sungguh, kejahatan ini tidak mungkin dilakukan oleh rakyat kita. Mereka bukanlah manusia."

Poin ketiga yang juga terdapat dalam pernyataan Presiden Iran adalah bahwa kerusuhan dan kekacauan baru-baru ini di Iran merupakan kelanjutan dari perang 12 hari yang dilancarkan oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran. Rezim Zionis, dengan dukungan Amerika Serikat, memiliki dua tujuan utama dalam perang 12 hari, yaitu disintegrasi wilayah Iran dan runtuhnya sistem politik yang memerintah Iran. Kedua tujuan ini tidak tercapai dalam perang 12 hari.

Washington dan Tel Aviv, yang menganggap persatuan nasional sebagai salah satu alasan utama kegagalan tujuan-tujuan ini, telah memasukkan penciptaan kekacauan, kerusuhan, dan pemberontakan di Iran ke dalam agenda dalam beberapa bulan terakhir, sedemikian rupa sehingga bahkan Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Trump selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden, mengakui hal ini. Pompeo menulis dalam sebuah cuitan menulis, "Agen Mossad hadir dalam kerusuhan di Iran." Alasan utama konspirasi ini juga adalah kekalahan dalam perang 12 hari.

Isu ini juga telah ditekankan dalam pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, “Niat dan motif musuh dalam perang 12 hari adalah menciptakan kekacauan di negara kita, yang gagal mereka lakukan. Sekarang, pada tahap selanjutnya dari tindakan mereka, mereka bermaksud untuk menciptakan keresahan di negara ini dengan dalih masalah ekonomi dan reformasi yang sedang berlangsung untuk kepentingan rakyat.”

Poin keempat adalah bahwa Amerika Serikat dan Israel berusaha untuk memecah persatuan nasional rakyat Iran dengan menciptakan kekacauan dan keresahan. Bahkan, salah satu tujuan terpenting dari keresahan di Iran adalah untuk menghancurkan persatuan dan integritas rakyat Iran dalam mempertahankan integritas teritorial mereka dan membuka jalan bagi babak serangan baru oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis.

Dalam hal ini, Pezeshkian mengatakan, “Dalam perang 12 hari, rezim Zionis dan Amerika Serikat datang untuk membuat kita bertekuk lutut, tetapi mereka gagal, karena rakyat ini tidak membiarkan mereka, jadi sekarang mereka ingin membuat negara kita bertekuk lutut dengan situasi ekonomi dan kerusuhan ini.”

Presiden juga menyampaikan kepada rakyat Iran dan berkata, "Kami meminta rakyat kami yang terkasih untuk waspada terhadap konspirasi musuh. Kami meminta mereka untuk tidak tertipu oleh para penghasut dan teroris ini. Negara ini milik kita. Mereka tidak menginginkan kehormatan dan kebanggaan tanah dan perairan ini."(PH)