Peringatan mantan PM Prancis kepada Trump terkait Intervensi Urusan Internal Iran
-
Dominique de Villepin
Pars Today – Mantan Perdana Menteri Prancis memperingatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar tidak campur tangan dalam urusan internal Iran.
Menurut laporan Pars Today, Dominique de Villepin, mantan Perdana Menteri Prancis, terkait peristiwa terbaru di Iran, memperingatkan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, untuk tidak melakukan bentuk apa pun dari intervensi dalam urusan dalam negeri Iran. Dominique de Villepin dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Euronews mengatakan kepada Trump: “Jangan campur tangan dalam urusan Iran.”
Dukungan Tegas Rusia terhadap Iran
Sementara itu, Andrei Kartapolov, Ketua Komite Urusan Pertahanan Duma Negara (parlemen Rusia), dengan menekankan bahwa campur tangan sejumlah negara—khususnya negara-negara Barat—dalam urusan internal Iran adalah tindakan ilegal, menyatakan bahwa Rusia berdiri teguh di sisi Tehran. Kartapolov menambahkan bahwa setiap seruan untuk mengubah sistem politik di negara lain adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan melanggar hukum. Ia menegaskan kembali: “Kami sepenuhnya dan dengan tegas berada di sisi rakyat Iran, rakyat yang sebelumnya diserang oleh Israel dan kini juga menjadi target Amerika Serikat.”
Uni Eropa: Ancaman Trump terhadap negara-negara yang berdagang dengan Iran baru sebatas pesan
Selain itu, Anwar al‑Anouni, juru bicara Uni Eropa, menanggapi ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait penerapan tarif 25 persen terhadap negara-negara yang melakukan perdagangan dengan Iran. Ia menyatakan bahwa hal tersebut untuk saat ini hanya berupa pesan di media sosial, dan bahwa jika ancaman itu berubah menjadi tindakan nyata, barulah Uni Eropa akan melakukan kajian lebih lanjut.
Peringatan Turki tentang Dampak Campur Tangan Asing di Iran
Berita lainnya menyebutkan bahwa Ömer Çelik, juru bicara resmi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Turki, memperingatkan mengenai konsekuensi campur tangan asing di Iran serta aksi-aksi provokatif rezim Zionis di kawasan. Çelik, sambil menegaskan keinginan Turki untuk menghindari segala bentuk kerusuhan di Iran, menyatakan bahwa setiap kemungkinan intervensi asing di Iran dapat memicu krisis besar dan serius.
Ia menambahkan: “Iran adalah negara tetangga kami, dan kami tidak ingin rakyat Iran mengalami kerugian apa pun.”
Juru bicara AKP itu juga mengatakan bahwa Israel menyalakan api ketegangan di seluruh kawasan, dan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak segan melakukan upaya apa pun untuk memperluas kekacauan di berbagai tempat di wilayah tersebut guna menutupi kejahatan genosida yang dilakukan di Gaza.
Tiongkok: Iran mampu mengatasi masalah dan menjaga stabilitasnya
Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam menanggapi peristiwa terbaru di Iran menegaskan bahwa Tehran akan mampu mengatasi tantangan yang ada dan stabilitas negara tersebut akan tetap terjaga.
Dalam konferensi pers menanggapi ancaman Donald Trump terhadap Iran, Mao Ning menyatakan bahwa Beijing menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain serta penggunaan kekuatan atau ancaman dalam hubungan internasional.
Ia menambahkan bahwa Tiongkok meyakini kedaulatan dan keamanan semua negara harus dijaga sepenuhnya berdasarkan hukum internasional.
Sementara itu, pemerintah Tiongkok juga menyatakan bahwa mereka menolak ancaman tarif yang disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap negara-negara yang bekerja sama dengan Iran.
Pakistan Puji Partisipasi luas rakyat Iran dalam pawai 22 Dey
Khajeh Mohammad Asif, Menteri Pertahanan Pakistan, memuji kehadiran besar rakyat Iran dalam pawai 22 Dey yang digelar untuk mendukung Republik Islam dan mengecam tindakan teroris para perusuh. Ia menyatakan bahwa Iran selalu menjadi negara tetangga dan saudara bagi Pakistan, dan keamanan Iran merupakan keinginan tulus rakyat Pakistan.
Khajeh Mohammad Asif, dalam unggahannya di platform X, menyebut perilaku kelompok monarki yang bermukim di luar negeri sebagai tindakan yang tidak masuk akal.
Menanggapi campur tangan Amerika Serikat dalam urusan internal Iran, Menteri Pertahanan Pakistan itu meminta Donald Trump untuk melakukan intervensi yang nyata di Gaza guna menghentikan kejahatan Israel, alih-alih mencampuri urusan Iran.
Penolakan Rusia dan Belarusia terhadap upaya campur tangan dalam urusan internal Iran
Sementara itu, Sergey Lavrov dan Maxim Ryzhenkov, Menteri Luar Negeri Rusia dan Belarusia, dalam sebuah percakapan telepon menyatakan penolakan mereka terhadap setiap upaya campur tangan asing dalam urusan internal negara‑negara lain, termasuk Iran.
Sebelumnya, Sergey Shoigu, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, dalam percakapan telepon dengan Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, juga mengecam keras upaya kekuatan asing untuk mengintervensi urusan internal Iran.
Kritik juru bicara PBB terhadap retorika anti‑Iran
Stéphane Dujarric, juru bicara Perserikatan Bangsa‑Bangsa, turut mengkritik retorika yang belakangan ini diarahkan terhadap Republik Islam Iran dan menyerukan kembalinya semua pihak pada dialog dan diplomasi. (MF)