Mesin Pertumbuhan Global Asia yang Berkelanjutan di Tahun 2026
https://parstoday.ir/id/news/world-i184248-mesin_pertumbuhan_global_asia_yang_berkelanjutan_di_tahun_2026
Pars Today - Laporan baru dari Asia menunjukkan bahwa ekonomi benua ini akan terus memainkan peran penting dalam pertumbuhan global di tahun-tahun mendatang, terlepas dari ketegangan geopolitik. Pada saat yang sama, perkembangan di Tiongkok, Vietnam, dan Jepang memberikan gambaran berlapis tentang peluang dan tantangan ekonomi Asia Timur.
(last modified 2026-01-18T04:42:17+00:00 )
Jan 18, 2026 11:41 Asia/Jakarta
  • Pertumbuhan ekonomi Asia
    Pertumbuhan ekonomi Asia

Pars Today - Laporan baru dari Asia menunjukkan bahwa ekonomi benua ini akan terus memainkan peran penting dalam pertumbuhan global di tahun-tahun mendatang, terlepas dari ketegangan geopolitik. Pada saat yang sama, perkembangan di Tiongkok, Vietnam, dan Jepang memberikan gambaran berlapis tentang peluang dan tantangan ekonomi Asia Timur.

Menurut laporan Asia Economic Outlook 2026 dari Asia House, Asia diperkirakan akan tetap menjadi mesin pertumbuhan global meskipun ada ketegangan internasional. India dan Vietnam akan tumbuh lebih dari 6 persen, dan Filipina, Indonesia, dan Malaysia juga akan terus tumbuh dengan kuat. Pertumbuhan Tiongkok diperkirakan sekitar 4,6 persen untuk tahun 2026.

Laporan ini menekankan bahwa konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, dan pergerakan menuju swasembada teknologi telah memperkuat fondasi ekonomi Asia. Para pejabat Asia juga menekankan ketahanan ekonomi Asia dan peran perdagangan regional serta digitalisasi dalam mengatasi guncangan global.

Tiongkok Menentang Ancaman Tarif AS Terhadap Mitra Iran

Sementara itu, pemerintah Tiongkok telah mengumumkan bahwa mereka menentang ancaman tarif Presiden AS terhadap negara-negara yang memiliki kerja sama ekonomi dengan Iran.

Sebelumnya, Trump mengatakan, Negara mana pun yang berdagang dengan Iran akan dikenakan tarif 25%.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menekankan bahwa Beijing menentang campur tangan dalam urusan internal negara dan penggunaan kekerasan atau ancaman, serta menekankan pentingnya menjaga kedaulatan negara sesuai dengan hukum internasional.

Tiongkok juga mengumumkan bahwa mereka mengikuti dengan saksama situasi di Iran dan yakin bahwa Tehran akan mengatasi masalahnya.

Vietnam Termasuk Ekonomi Tercepat di Asia

Bank Dunia juga memperkirakan bahwa Vietnam akan terus menjadi salah satu ekonomi tercepat di Asia dalam dua tahun ke depan, dengan pertumbuhan 6,3 hingga 6,7 ​​persen. Pertumbuhan di kawasan Asia diperkirakan sebesar 4,4% dan 4,3% pada tahun 2026 dan 2027, sebagian karena perlambatan siklus ekonomi China.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan mencapai 4,6% pada tahun 2026. Bank Dunia menyebutkan tantangan seperti utang publik yang tinggi, populasi yang menua, dan pasar properti yang lemah di Tiongkok. Bank Dunia juga merekomendasikan agar negara-negara di kawasan ini fokus pada peningkatan produktivitas, perbaikan lingkungan bisnis, dan stabilitas keuangan.

Meningkatnya Kebangkrutan Bisnis di Jepang

Menurut laporan Tokyo Shoko Research, lebih dari 10.300 bisnis Jepang diperkirakan akan bangkrut pada tahun 2025, level tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Peningkatan ini disebabkan oleh inflasi, pelemahan yen, dan kekurangan tenaga kerja yang parah.

Jumlah kebangkrutan akibat kekurangan tenaga kerja juga mencapai rekor 397. Survei pemerintah juga menunjukkan bahwa indeks sentimen bisnis di sektor terkait konsumen turun untuk bulan kedua berturut-turut pada Desember 2025.(sl)