Pengguna X: Peradaban Gagal, Tak Berhak Klaim Menyelamatkan Orang Lain
-
Kasus Jeffrey Epstein
ParsToday - Pengguna media sosial X, melalui berbagai unggahan dan komentar terkait publikasi dokumen baru kasus Jeffrey Epstein, menegaskan bahwa kasus ini bukanlah pengecualian, melainkan cerminan hakikat sebuah sistem. Sebuah sistem yang hari ini menerapkan logika yang sama di medan perang.
Melaporkan dari ParsToday, Minggu, 15 Februari 2026, para pengguna X merujuk pada publikasi bagian terakhir dokumen kasus miliarder Amerika dan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang mencakup 3 juta halaman, 2 ribu video, dan 180 ribu foto. Mereka menyoroti kontradiksi nyata dalam penanganan kasus ini.
Seorang pengguna dengan nama J1nne@ menulis, "Bagian terakhir dari kasus Epstein mencakup 3 juta halaman dokumen, 2 ribu video, dan 180 ribu foto yang baru saja dipublikasikan. Ironisnya di sini: Amerika tidak menyensor nama dan informasi korban, tetapi justru menyensor nama dan status para pelaku kekerasan! Ketika sebuah pemerintahan melindungi pelaku kekerasan, itu berarti seluruh struktur mereka mengidap penyakit ini."
Gkhnghrrman@ menulis, "Orang-orang malang!! Terungkap bahwa mereka yang selama 70 tahun berceramah kepada dunia tentang demokrasi, modernitas, kesetaraan, keadilan, dan hak-hak anak, ternyata menculik dan memperkosa anak-anak."
Pengguna lain bernama JohnKiriakou@ juga menulis di X, "Kasus Epstein adalah operasi intelijen klasik, dengan tanda-tanda lingkaran pemerasan yang dikelola Mossad yang dirancang untuk menjebak elit-elit kuat dan membocorkan rahasia negara."
Pengguna Iran, Reza Yazdanparast, dengan mengunggah foto seorang anak di Gaza yang kehilangan kakinya dalam genosida rezim Zionis, menulis, "Bukan hanya di Pulau Epstein para pengikut setan memotong tangan dan kaki anak-anak!"
Pengguna X lainnya, Seyed Isa Hosseini Mazari, menyoroti masalah ini dengan pandangan lebih dalam dan menulis, "Epstein bukan sekadar individu. Ia adalah wajah telanjang sebuah sistem. Sistem yang mengorbankan anak-anak di ruang-ruang tertutup, dan hari ini melanjutkan logika yang sama di medan perang. Dari pulau-pulau terlarang hingga Gaza, satu garis pemikiran yang sama berkuasa. Peradaban yang tidak melindungi perempuan dan anak-anaknya sendiri, tidak berhak mengklaim menyelamatkan perempuan lain."
Sementara itu, pengguna bernama Muslim's Provision merujuk pada kemunafikan Barat dan menulis, "Kemunafikan terdengar dengan suara lantang. Melindungi penjahat perang yang terkait dengan kasus Epstein sambil menindas pengunjuk rasa damai? Dunia kini melihat kebenaran. Palestina telah menjadi hati nurani global."
Ali Akbar Raefipour juga mengunggah foto seorang bayi Afghanistan dalam pelukan tentara Amerika dan menulis, "Penyakit tanpa obat dari kebarat-baratan! Aku kasihan pada bayi itu yang diserahkan kepada mereka saat keluarnya tentara Amerika dan kekacauan bandara Kabul demi kehidupan yang lebih baik."
Pengguna Iran, Mohaddeseh Roudbari, menulis, "Dulu, apa pun yang mereka inginkan, mereka tuduhkan pada Islam yang suci dan penuh rahmat serta kaum Muslim. Namun akhirnya, wajah asli 'peradaban Barat' yang biadab terungkap di depan mata dunia!"(sl)