Ekspor Iran ke Tajikistan Naik 30 Persen
https://parstoday.ir/id/news/world-i185576-ekspor_iran_ke_tajikistan_naik_30_persen
ParsToday - Komite Bea Cukai Tajikistan dalam sebuah laporan mengumumkan bahwa ekspor barang-barang Iran ke Tajikistan meningkat.
(last modified 2026-02-17T07:44:19+00:00 )
Feb 17, 2026 14:42 Asia/Jakarta
  • Bendera Tajikistan dan Iran
    Bendera Tajikistan dan Iran

ParsToday - Komite Bea Cukai Tajikistan dalam sebuah laporan mengumumkan bahwa ekspor barang-barang Iran ke Tajikistan meningkat.

Melaporkan dari Asia-Plus, Selasa, 17 Februari 2026, Komite Bea Cukai Tajikistan mengumumkan bahwa ekspor Tajikistan ke Iran pada tahun 2025 mencapai 112,8 juta dolar AS, sementara impor dari Iran tercatat sebesar 371,2 juta dolar AS.

Ekspor barang dan produk non-energi dari Iran ke Tajikistan juga pada tahun 2025 meningkat lebih dari 30 persen. Tajikistan terutama mengimpor produk petrokimia, bahan konstruksi, dan bahan makanan dari Iran.

Tajikistan telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Iran dan beberapa negara lain yang bertujuan menurunkan tarif dan memfasilitasi pertukaran barang-barang tertentu, termasuk produk pertanian, tekstil, dan industri.

Perjanjian ini tidak hanya mempermudah perdagangan antara Tajikistan dan mitra dagangnya, tetapi juga membantu memperkuat hubungan ekonomi dan regional negara ini. Barang terbanyak yang diimpor dari Iran ke Tajikistan adalah produk minyak bumi.

Aliyev: Perdamaian Azerbaijan-Armenia Final

Presiden Azerbaijan menekankan finalitas perdamaian dengan Armenia, dan menyatakan syarat perubahan konstitusi Yerevan sebagai hal yang penting.

Ilham Aliyev, Presiden Azerbaijan, di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, dalam wawancara dengan jaringan televisi France 24 mengatakan, "Kami telah memasuki periode perdamaian dengan Armenia yang saya harap akan abadi."

Presiden Azerbaijan menggambarkan situasi perbatasan sebagai sesuatu yang tenang dan menambahkan bahwa Azerbaijan secara sepihak telah mencabut pembatasan transit barang ke Armenia dan memulai ekspor produk minyak ke negara ini, yang secara praktis akan menjadi awal hubungan dagang kedua negara.

Mengenai masalah konstitusi Armenia dan klaim teritorial di dalamnya terhadap Karabakh, Aliyev mengatakan, "Tanpa perubahan konstitusi Armenia, penandatanganan perjanjian damai resmi tidak akan dilakukan."(sl)