PBB: Serangan ke Sekolah Perempuan Minab adalah Kejahatan Perang
https://parstoday.ir/id/news/world-i186302-pbb_serangan_ke_sekolah_perempuan_minab_adalah_kejahatan_perang
Pars Today - Pelapor dan pemegang mandat khusus hak asasi manusia PBB mengeluarkan pernyataan yang menyebut serangan militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap sekolah dasar perempuan Minab di selatan Iran sebagai contoh kejahatan perang.
(last modified 2026-03-07T08:55:27+00:00 )
Mar 07, 2026 15:51 Asia/Jakarta
  • Peti syuhada anak-anak sekolah
    Peti syuhada anak-anak sekolah

Pars Today - Pelapor dan pemegang mandat khusus hak asasi manusia PBB mengeluarkan pernyataan yang menyebut serangan militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap sekolah dasar perempuan Minab di selatan Iran sebagai contoh kejahatan perang.

Dalam serangan militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap sekolah dasar perempuan Shajareh Taybeh di Minab, provinsi Hormozgan di selatan Iran, setidaknya 165 siswi perempuan, sebagian besar berusia 7 hingga 12 tahun, gugur sebagai syuhada dan sejumlah besar lainnya terluka.

Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari IRNA, pelapor dan pemegang mandat khusus hak asasi manusia PBB bereaksi terhadap serangan militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap sekolah dasar perempuan Minab Iran pada hari Jumat dengan mengeluarkan pernyataan bersama.

Pelapor menyatakan keterkejutan dan kesedihan mendalam, dan mengatakan: “Menyerang sekolah adalah serangan serius terhadap anak-anak, pendidikan, dan masa depan seluruh masyarakat. Tidak ada pembenaran untuk membunuh gadis-gadis di kelas.”

Pernyataan itu menambahkan: “Sekolah dianggap sebagai sasaran warga sipil dan anak-anak dilindungi secara eksplisit di bawah hukum internasional humaniter. Menargetkan tempat-tempat sipil, termasuk sekolah, dilarang berdasarkan hukum internasional humaniter perjanjian dan kebiasaan. Serangan yang disengaja terhadap bangunan pendidikan yang bukan sasaran militer dianggap sebagai kejahatan perang berdasarkan Pasal 8 Statuta Roma.”

Pelapor tersebut menyatakan di portal kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia bahwa serangan terhadap sekolah yang aktif selama jam pelajaran menimbulkan kekhawatiran paling serius dalam kerangka hukum internasional dan harus diselidiki secara mendesak, secara independen, dan efektif, dan tanggung jawab atas setiap pelanggaran hukum harus ditentukan.(sl)