Bagaimana Analis Melihat Kebijakan Perang Trump terhadap Iran
-
Tokoh media dan analis politik Amerika, Tucker Carlson
Pars Today – Para analis politik memberikan penilaian beragam terhadap aksi perang dan agresi militer Amerika Serikat serta rezim Zionis terhadap Iran.
Menurut laporan Pars Today, pada minggu ketiga konflik antara Amerika Serikat, rezim Zionis, dan Iran, para pakar politik mengkritik keras tindakan provokatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan menyebutnya sebagai pelaksana kebijakan rezim Zionis.
Pada hari Senin (16/03/2026), tokoh media dan analis politik Amerika, Tucker Carlson, menyatakan bahwa agresi Washington terhadap Iran dilaksanakan di bawah tekanan dan pengaruh rezim Zionis. Carlson menambahkan, “Jika Anda tidak dapat mengkritik pemerintah asing, maka pemerintah itu menjadi pemimpin, bukan? Apa lagi yang dapat disimpulkan?”
Sementara itu, Francis Fukuyama, seorang pemikir asal Jepang, mengecam kebijakan militer Trump yang, menurutnya, menjadikan dunia lebih berbahaya. Fukuyama membandingkan Trump dengan seorang anak laki‑laki berusia sepuluh tahun yang menemukan korek api di halaman belakang rumahnya dan menikmati menyalakan api. “Orang tua harus mengendalikan anak itu,” ujarnya.
Michel Yakovleff, jenderal Prancis, menanggapi upaya Trump untuk menggalang dukungan negara‑negara lain dalam operasi militer di Selat Hormuz. Yakovleff berpendapat, “Amerika meminta bantuan kami dan mengharapkan kami menanggung biaya kegagalan mereka. Bergabung dengan koalisi Trump hari ini sama dengan membeli tiket makan malam dan menari di Titanic. Malam berikutnya kapal itu menabrak gunung es.”
Bushra Shaikh, pembawa acara dan analis BBC, menegaskan bahwa Trump tidak dapat menemukan satu negara pun yang bersedia membantu membuka Selat Hormuz untuk pelayaran Amerika Serikat. “Tidak ada satu negara pun yang terlibat. Praktik isolasi internasional ini belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya dan menambahkan, “Iran, sungguh luar biasa!”
Di sisi lain, John Mearsheimer, analis politik Amerika dan pakar hubungan internasional, memuji strategi Iran dalam konflik ini. Mearsheimer menyatakan, “Iran mengadopsi strategi cerdas, dengan persediaan besar roket dan drone yang siap digunakan.”(sl)