Politisi Jerman: Serangan terhadap Infrastruktur Iran Kejahatan Perang
-
Presiden AS Donald Trump
Parsi Today – Seorang politisi Jerman menyebut ancaman Presiden Amerika Serikat untuk menyerang pembangkit listrik Iran sebagai kejahatan perang.
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang terjebak dalam situasi sulit terkait kendali Selat Hormuz oleh pasukan bersenjata Iran dan menghadapi penolakan sekutunya untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz Iran, melontarkan ancaman baru terhadap infrastruktur energi Iran.
Ia menulis di media sosial Truth Social pada Sabtu (21/03/2026) malam, “Jika Iran tidak membuka Selat Hormuz sepenuhnya dan tanpa ancaman dalam waktu 48 jam sejak saat ini, Amerika Serikat akan menargetkan dan menghancurkan berbagai pembangkit listriknya. Kita akan mulai dari yang terbesar.”
Menurut laporan Parsi Today yang mengutip IRNA, Nima Mowasat, politisi Jerman dan mantan anggota parlemen menanggapi klaim Trump dengan mengatakan, “Ancaman presiden Amerika Serikat untuk menyerang pembangkit listrik Iran adalah kejahatan perang.”
Mowasat menulis, “Penghancuran infrastruktur energi akan merugikan warga sipil.”
Politisi Jerman itu menambahkan, “Malulah bagi mereka yang meraih kekuasaan dengan kebohongan. Memalukan seorang agresor bisa menjadi Presiden Amerika Serikat. Memalukan ketika hukum internasional dilanggar dan orang-orang bertepuk tangan untuk itu.”
Iran Siap Menanggapi Tegas terhadap Ancaman Baru Trump
Stephen Haydeman, peneliti di Brookings Institution, juga percaya bahwa orang Iran akan membalas dengan cara yang sama jika fasilitas-fasilitas ini menjadi sasaran, tanggapan yang dapat memiliki konsekuensi negatif bagi kawasan.(sl)