Lavrov: Respons IAEA Sangat Tidak Memadai
https://parstoday.ir/id/news/world-i187548-lavrov_respons_iaea_sangat_tidak_memadai
Pars Today - Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa respons Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), terhadap tindakan Amerika dan Israel yang tidak terkendali terhadap keamanan nuklir sangat tidak memadai.
(last modified 2026-03-25T04:12:13+00:00 )
Mar 25, 2026 11:10 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov
    Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov

Pars Today - Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa respons Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), terhadap tindakan Amerika dan Israel yang tidak terkendali terhadap keamanan nuklir sangat tidak memadai.

Menurut laporan Pars Today, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (24/03/2026), mencatat bahwa Amerika dan Israel, dalam agresi militernya terhadap Iran, selain menargetkan kepemimpinan senior Iran dan infrastruktur sipil, juga menyerang fasilitas energi nuklir yang diawasi oleh IAEA.

Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa agresi militer yang brutal oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mengancam perdagangan global dan keamanan energi global.

Ia menambahkan bahwa agresi militer ini tidak hanya memengaruhi wilayah Teluk Persia dan melibatkan seluruh Asia Barat, tetapi juga menempatkan perdagangan global, keamanan energi, transportasi, dan komunikasi perdagangan internasional dalam risiko ketidakstabilan.

Alexey Likhachev, Direktur Jenderal Rosatom, perusahaan negara Rusia, dalam menanggapi serangan Amerika dan Israel terhadap kompleks pembangkit listrik tenaga atom Bushehr, menyatakan bahwa pihak Rusia dengan tegas mengutuk serangan tersebut.

Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA, menyerukan pengekangan maksimum selama perang untuk mencegah risiko kecelakaan nuklir.

Amerika Serikat dan rezim Israel, melanjutkan tindakan kejahatan perang mereka, menyerang fasilitas nuklir Natanz pada tanggal 1 Maret 2026 dan 21 Maret 2026, dan pada malam tanggal 17 Maret 2024, menyerang sebuah bangunan hanya 350 meter dari pembangkit listrik tenaga atom Bushehr yang aktif di selatan Iran.(sl)