UE Peringatkan Kapal-Kapal untuk Menjauhi Perairan Yaman
https://parstoday.ir/id/news/world-i187930-ue_peringatkan_kapal_kapal_untuk_menjauhi_perairan_yaman
Pars Today - Misi maritim Uni Eropa menyatakan tingkat risiko bagi kapal-kapal yang tidak terkait dengan Amerika Serikat dan rezim Israel sebagai sedang, dan memperingatkan kapal-kapal Eropa untuk menjauhi perairan Yaman.
(last modified 2026-03-29T07:34:54+00:00 )
Mar 29, 2026 14:31 Asia/Jakarta
  • Kapal-kapal yang berhenti di Bab Al-Mandab
    Kapal-kapal yang berhenti di Bab Al-Mandab

Pars Today - Misi maritim Uni Eropa menyatakan tingkat risiko bagi kapal-kapal yang tidak terkait dengan Amerika Serikat dan rezim Israel sebagai sedang, dan memperingatkan kapal-kapal Eropa untuk menjauhi perairan Yaman.

Menurut laporan Pars Today mengutip ISNA, setelah gerakan Ansarallah Yaman mengumumkan keterlibatannya dalam konflik regional untuk mendukung Iran, delegasi misi maritim Uni Eropa di Teluk Aden (EUNAVFOR Atalanta) menekankan hari Minggu (29/03/2026) dalam sebuah pernyataan bahwa kapal-kapal harus menjauhi perairan Yaman.

Lembaga maritim ini menyatakan tingkat risiko bagi kapal-kapal yang tidak memiliki hubungan dengan rezim Israel dan Amerika Serikat sebagai sedang.

EUNAVFOR Atalanta juga menekankan bahwa kapal-kapal mereka di wilayah tersebut memantau situasi yang ada dan berada dalam kondisi siaga.

Pasukan Bersenjata Yaman yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah mengeluarkan pernyataan resmi pada hari Sabtu (28/3), mengutuk serangan Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran dan negara-negara Poros Perlawanan, serta mengumumkan kesiapan mereka untuk terlibat langsung dalam konflik dalam kondisi tertentu.

Ansarallah Yaman menekankan dalam pernyataan mereka bahwa mereka siap untuk “intervensi militer langsung” dalam beberapa kondisi, termasuk jika koalisi baru bergabung dengan Amerika Serikat dan rezim Israel melawan Iran dan Poros Perlawanan, penggunaan Laut Merah untuk operasi militer terhadap negara-negara Islam, atau kelanjutan eskalasi ketegangan di kawasan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ansarallah mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka telah melancarkan operasi militer pertama mereka dengan menembakkan rudal balistik ke target militer sensitif musuh Israel di selatan Wilayah Pendudukan.

Gelombang serangan rudal kedua dari Yaman ke rezim Israel juga dilakukan pada dini hari hari Minggu ini, menggunakan rudal jelajah dan drone, menargetkan sasaran vital dan militer di selatan wilayah Palestina yang diduduki.(sl)