Pencapaian Iran dalam Perang Amerika Serikat dan Rezim Zionis
-
Warga Iran di jalan-jalan mendukung Republik islam Iran
Pars Today - Seorang analis asal Tajikistan mengatakan bahwa serangan terhadap Iran telah mengungkap kelemahan strategis Washington.
Menurut laporan Parstoday yang dikutip dari IRNA, Sadi Hamid, analis Tajik, dalam meninjau proses serangan Amerika–Israel terhadap Iran, menegaskan bahwa perang tersebut tidak hanya gagal mewujudkan tujuan yang diumumkan Washington, tetapi juga telah membuka kelemahan‑kelemahan strategis Amerika Serikat.
Hamid menambahkan bahwa, berbeda dengan gambran awal Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Israel, yang mengira perang akan berlangsung cepat dan terbatas, Republik Islam Iran justru mampu menyesuaikan strategi dan memasuki fase perang yang bersifat melelahkan (war of attrition).
Ia, sambil merujuk pada tujuan yang diumumkan Washington dan Tel Aviv, termasuk melemahkan kemampuan militer dan mengubah struktur politik Iran, menyatakan bahwa meskipun terjadi serangan luas serta pembunuhan sejumlah tokoh senior, struktur pemerintahan Iran tidak runtuh dan bahkan mampu menyesuaikan diri dengan situasi baru.
Chas Freeman, mantan asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat, juga mengatakan bahwa Iran pada kenyataannya telah meraih dua keuntungan utama dari konflik di Asia Barat.
Keuntungan pertama adalah pencabutan larangan ekspor minyak Iran. Sanksi tersebut dibatalkan karena kekurangan pasokan dan kekhawatiran besar para pembeli terhadap harga global, khususnya harga bahan bakar di Amerika Serikat menjelang pemilu sela Kongres pada November mendatang.
Keuntungan besar kedua bagi Iran dari perang ini adalah bahwa komunitas internasional, tanpa sengaja, menerima kenyataan bahwa kontrol nyata atas Selat Hormuz berada di tangan Tehran.(sl)