Fraksi Kedua Terbesar Parlemen Eropa: Hentikan Perjanjian dengan Israel Sekarang!
https://parstoday.ir/id/news/world-i189160-fraksi_kedua_terbesar_parlemen_eropa_hentikan_perjanjian_dengan_israel_sekarang!
Pars Today – Kelompok politik terbesar kedua di Parlemen Eropa menggelar protes di dalam gedung sambil membawa spanduk-spanduk yang menuntut penangguhan perjanjian kemitraan Uni Eropa dengan rezim Zionis.
(last modified 2026-04-30T04:45:56+00:00 )
Apr 30, 2026 11:43 Asia/Jakarta
  • Parlemen Eropa
    Parlemen Eropa

Pars Today – Kelompok politik terbesar kedua di Parlemen Eropa menggelar protes di dalam gedung sambil membawa spanduk-spanduk yang menuntut penangguhan perjanjian kemitraan Uni Eropa dengan rezim Zionis.

Para anggota legislatif dari Partai Aliansi Progresif Sosialis dan Demokrat (S&D) pada Rabu (29 April 2026) berkumpul di dalam gedung Parlemen Eropa di Brussels, membawa spanduk bertuliskan "Tangguhkan Perjanjian Kerja Sama UE-Israel Sekarang Juga!" Mereka menuntut tindakan yang lebih tegas dari lembaga-lembaga Uni Eropa terhadap perkembangan di Asia Barat.

Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRNA, 30 April 2026, kelompok ini dalam pernyataan yang menyertai aksi protes tersebut menegaskan bahwa Dewan Eropa "harus menangguhkan perjanjian kerja sama UE-Israel".

Para anggota legislatif S&D juga mengunggah foto aksi protes tersebut di media sosial X (sebelumnya Twitter) dan menuntut langkah-langkah lebih lanjut:

- Sanksi segera terhadap pemukim kekerasan di Tepi Barat

- Pembentukan negara Palestina sebagai prioritas utama UE yang tak tergoyahkan, dimulai dengan rekonstruksi Gaza

- Penghentian operasi militer Israel di Lebanon

Perjanjian kerja sama UE dengan rezim Zionis, yang mulai berlaku sejak tahun 2000, menjadi kerangka dialog politik, perdagangan, dan kerja sama antara Uni Eropa dan penjajah Quds.

Beberapa pemimpin UE memperingatkan bahwa kegagalan blok ini bertindak tegas terhadap rezim Zionis, termasuk langkah seperti penangguhan perjanjian kemitraan, akan memperlemah posisi Eropa dan mengurangi kredibilitasnya di kancah internasional.(sl)