Swis Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Iran-AS
-
Bendera Swis
Pars Today - Melanie Gugelmann, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Swis, menyatakan bahwa negaranya siap menjadi tuan rumah perundingan untuk menyelesaikan konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Dilansir IRNA dari kantor berita Tass, 7 Mei 2026, Gugelmann mengatakan kepada para wartawan bahwa Swis mendukung setiap inisiatif diplomatik yang bertujuan memfasilitasi perdamaian.
Menanggapi pertanyaan tentang laporan yang menyebut Jenewa sebagai lokasi potensial perundingan, ia menyatakan, "Swis selalu siap menawarkan layanan baiknya."
Gugelmann menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Swis tetap berkomunikasi dengan semua pihak yang terlibat.
Sebelumnya, Italia Serukan Diplomasi
Antonio Tajani, Menteri Luar Negeri Italia, sebelumnya dalam sebuah pesan menekankan perlunya melanjutkan perundingan antara Tehran dan Washington untuk memulihkan perdamaian dan keamanan di kawasan, seraya merujuk pada agresi militer gabungan AS dan rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran.
Tajani, dalam unggahan di akun media sosial X-nya, menulis bahwa ia telah berbicara melalui telepon dengan Badr Abdelatty, Menteri Luar Negeri Mesir, untuk berkonsultasi mengenai konflik di Timur Tengah.
Tajani, yang menyebut Mesir sebagai salah satu mediator kunci antara Iran dan Amerika Serikat, menambahkan, "Saya berterima kasih kepada Menteri Luar Negeri Mesir atas upaya yang ia lakukan akhir-akhir ini."
Ia menegaskan bahwa Italia memandang perundingan diplomatik sebagai satu-satunya cara yang mungkin untuk memulihkan perdamaian dan keamanan di kawasan.
Menlu Italia juga menyatakan bahwa tanpa kesepakatan antara rezim Zionis dan Lebanon, perdamaian abadi tidak akan terwujud di kawasan. Sementara itu, Pakistan terus menjadi mediator utama antara Iran dan AS, dan diperkirakan akan menjadi tuan rumah putaran negosiasi kedua pekan depan untuk mengakhiri status permusuhan.
Saat dunia menanti titik terang, Swis dengan sigap mengajukan diri sebagai tuan rumah, menawarkan Jenewa sebagai panggung baru diplomasi Iran-AS. Italia dan Mesir juga bergerak cepat, menekankan bahwa perang tidak bisa diselesaikan dengan perang. Namun hingga kata-kata ini ditulis, mediasi masih terus berlangsung di beberapa jalur. Namun satu hal yang jelas: tawaran Swis untuk menjadi tuan rumah bukanlah sekadar basa-basi; ini adalah strategi "jaringan keamanan" yang cermat untuk mencegah krisis jatuh ke dalam kekacauan total.(Sail)