Maariv: Wilayah Utara Zionis Lepas Kendali, Warga Bayar Mahal Perang yang Tak Jelas
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i190492-maariv_wilayah_utara_zionis_lepas_kendali_warga_bayar_mahal_perang_yang_tak_jelas
Pars Today - Surat kabar Zionis Maariv, sambil mengakui kegagalan rezim Zionis mencapai tujuannya dalam memicu perang di kawasan, menulis bahwa gambaran awal untuk meraih "kemenangan bersejarah yang besar" telah berakhir dengan kekalahan strategis.
(last modified 2026-05-28T05:56:09+00:00 )
May 28, 2026 12:55 Asia/Jakarta
  • Kekalahan tentara Israel melawan Hizbullah Lebanon
    Kekalahan tentara Israel melawan Hizbullah Lebanon

Pars Today - Surat kabar Zionis Maariv, sambil mengakui kegagalan rezim Zionis mencapai tujuannya dalam memicu perang di kawasan, menulis bahwa gambaran awal untuk meraih "kemenangan bersejarah yang besar" telah berakhir dengan kekalahan strategis.

Dilansir Pars Today dari IRNA, 27 Mei 2026, Maariv melaporkan bahwa wilayah utara (Palestina yang diduduki) tampaknya telah lepas dari kendali Israel.

Warga Zionis di perbatasan dengan Lebanon membayar harga untuk ancaman keamanan yang terus-menerus dan kehancuran ekonomi. Mengenai situasi pertempuran di front selatan Lebanon, Maariv menulis bahwa tindakan tentara Zionis untuk memperluas operasi darat untuk melawan serangan drone Hizbullah yang efektif tidak ada gunanya.

Tindakan ini, menurutnya, tidak akan menciptakan perubahan strategis di lapangan, tetapi akan lebih mengekspos tentara Zionis pada serangan Hizbullah.

Sebelumnya, penasihat strategis Zionis, Barak Sari, mengatakan bahwa rezim Zionis secara mendalam terperosok di rawa Lebanon.

"Perayaan dan pembicaraan tentang Hizbullah yang menderita pukulan strategis," katanya, "namun kami terjebak di rawa, dan tentara kami menjadi sasaran drone, terbunuh, dan terluka."

Narasi "kemenangan" yang dibangun Zionis runtuh berdebuk. Maariv, bagian dari mesin propaganda mereka sendiri, mengakui kekalahan strategis. Perang ini tidak menghasilkan kemenangan; hanya kuburan di selatan Lebanon dan ketakutan di utara. Sementara itu, suara-suara dari dalam mulai meninggi, mempertanyakan keputusan untuk memperluas operasi yang jelas-jelas hanya memperdalam penderitaan.

"Mereka bermimpi akan parade kemenangan. Yang mereka dapatkan adalah parade peti mati. Perang gesekan di Lebanon tidak hanya merenggut tentara, tetapi juga reputasi dan rasa aman di dalam negeri. Media sendiri mulai angkat bicara. Kini, Israel bukan hanya kalah di medan perang, tetapi juga mulai kehilangan kendali atas narasi di rumah sendiri."(Sail)