Guardian: Perang Gagal Trump Tak Beri Hasil, Iran di Puncak Kekuatan
https://parstoday.ir/id/news/world-i190856-guardian_perang_gagal_trump_tak_beri_hasil_iran_di_puncak_kekuatan
Pars Today - Media Inggris The Guardian menyatakan bahwa perang tanpa rencana Donald Trump terhadap Iran telah gagal total. Media ini menambahkan, "Presiden AS, yang menyebut dirinya sebagai 'ahli transaksi', kini berada dalam posisi yang memaksanya menerima draf nota kesepahaman yang secara praktis memalukan baginya."
(last modified 2026-06-03T05:54:27+00:00 )
Jun 03, 2026 12:53 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump dan Selat Hormuz
    Presiden AS Donald Trump dan Selat Hormuz

Pars Today - Media Inggris The Guardian menyatakan bahwa perang tanpa rencana Donald Trump terhadap Iran telah gagal total. Media ini menambahkan, "Presiden AS, yang menyebut dirinya sebagai 'ahli transaksi', kini berada dalam posisi yang memaksanya menerima draf nota kesepahaman yang secara praktis memalukan baginya."

Melansir Pars Today dari IRNA, 3 Juni 2026, The Guardian dalam sebuah opini karya Kenneth Roth, kolumnis media tersebut, menegaskan bahwa perang gagal Donald Trump terhadap Iran tidak memberikan hasil apa pun baginya. Tulisan itu menyatakan:

"Kini Presiden AS telah kembali ke titik nol dan meminta Iran untuk menandatangani kembali kesepakatan yang sama yang pernah ditandatangani Teheran dengan pemerintahan Barack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat."

Berdasarkan opini tersebut, perang gagal Trump tidak memberinya keuntungan apa pun dan justru menempatkan Iran pada posisi paling kuat untuk memaksakan syarat-syaratnya.

Inti Analisis: Kegagalan Strategis Washington

Opini tersebut melanjutkan dengan merujuk pada agresi militer bersama Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran, yang mengakibatkan kesyahidan Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, sebagai berikut:

"Trump, terhasut oleh Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Israel, berharap dengan pembunuhan (kesyahidan) para pemimpin Iran, pemerintahan negara tersebut akan runtuh. Namun pemboman ini tidak hanya menggulingkan pemerintahan Iran, tetapi justru memperkuat kekuatannya."

Opini ini menambahkan:

"Sebelum perang, seperlima minyak dan gas cair dunia melewati Selat Hormuz. Namun gangguan lalu lintas kapal di selat ini telah memberikan tekanan inflasi yang sangat berat terhadap ekonomi AS dan memperburuk prospek Partai Republik dalam pemilu sela November."

The Guardian melanjutkan dengan menyatakan bahwa Iran telah memojokkan Trump:

"Tehran, dengan kesadaran akan keputusasaan Washington untuk membuka kembali Selat Hormuz, kini menuntut konsesi yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Berdasarkan opini tersebut, bahkan isu-isu kunci yang dijadikan Trump sebagai alasan perang, seperti kemampuan rudal Iran dan dukungan Tehran terhadap Hamas dan Hizbullah, tidak terlihat dalam perjanjian yang kemungkinan akan ditandatangani.

Analisis ini menggambarkan bagaimana 'tekanan maksimal' justru berbalik menjadi 'kelemahan maksimal' bagi Washington.(Sail)