Virus Zika Ancam Sektor Pariwisata Asia Tenggara
Penyebaran virus Zika di Singapura mulai mempengaruhi sektor pariwisata di Asia Tenggara dan kasus ini diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut laporan IRNA, Sabtu (3/9/2016), data terbaru menunjukkan sekitar 190 orang telah terinfeksi virus Zika di Singapura, dan Malaysia juga telah mengkonfirmasi kasus pertama Zika di negara itu.
Pemerintah Malaysia dan Indonesia mulai memeriksa dengan ketat pendatang dari Singapura untuk mengantisipasi penyebaran Zika.
Kedutaan Besar Iran di Kuala Lumpur juga meminta warga Iran yang tinggal di Malaysia atau ingin melakukan perjalanan ke negara itu untuk memperhatikan panduan kesehatan.
Kementerian Pariwisata Malaysia menyatakan prihatin atas penyebaran Zika dan dampaknya bagi sektor pariwisata mereka.
Menteri Pariwisata Malaysia Mohamed Nazri Abdul Aziz, mengatakan kementerian dan pemerintah daerah harus bertindak cepat untuk mencegah penyebaran Zika.
"Hal ini mengkhawatirkan karena kita melihat apa yang terjadi di Rio selama Olimpiade. Banyak orang tidak pergi ke Rio karena mereka takut virus," katanya.
Laman media Straits Times menulis, pihak perhotelan dan biro perjalanan di Singapura telah menerima sejumlah pembatalan dari turis asing, yang berniat berkunjung ke negara itu di tengah kekhawatiran penyebaran virus Zika.
Beberapa pemerintah, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Korea Selatan telah mengeluarkan Travel Advisory bagi mereka yang ingin bepergian ke Singapura. (RM)