Blokade Hormuz Mengancam Pasokan Gas Jerman, Cadangan Hanya Setengah Penuh
https://parstoday.ir/id/news/world-i195292-blokade_hormuz_mengancam_pasokan_gas_jerman_cadangan_hanya_setengah_penuh
Pars Today - Badan pengawas energi Jerman (Bundesnetzagentur) memperingatkan tentang menurunnya cadangan gas negaranya, yang pada hari Rabu ((19/8) tercatat hanya sekitar 50%. Angka ini sekitar 26% lebih rendah dari rata-rata biasanya pada periode ini.
(last modified 2026-08-21T03:42:55+00:00 )
Aug 21, 2026 10:34 Asia/Jakarta
  • Gas Jerman
    Gas Jerman

Pars Today - Badan pengawas energi Jerman (Bundesnetzagentur) memperingatkan tentang menurunnya cadangan gas negaranya, yang pada hari Rabu ((19/8) tercatat hanya sekitar 50%. Angka ini sekitar 26% lebih rendah dari rata-rata biasanya pada periode ini.

Melaporkan Pars Today dari IRIB, Kamis, 20 Agustus 2026, tingkat penyimpanan gas Jerman pada hari Rabu (19/8) mencapai sekitar 50%, angka yang sekitar 26% lebih rendah dari rata-rata biasanya pada periode ini.

Biasanya, dengan turunnya harga gas pada musim ini, pembelian kargo gas Jerman untuk mengisi cadangan akan meningkat. Namun, gangguan transportasi kargo gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz akibat perang AS terhadap Iran telah mengganggu proses penyimpanan gas di negara tersebut.

Organisasi "Infrastruktur Gas Eropa" (GIE) baru-baru ini melaporkan bahwa tingkat penyimpanan gas di fasilitas bawah tanah Eropa berada pada level terendah dalam 5 tahun terakhir.

Berdasarkan informasi yang tersedia untuk umum:

Hambatan Ekonomi: Para pedagang gas memiliki sedikit insentif untuk mengisi cadangan lebih awal karena harga gas alam dan LNG di pasar dunia yang lebih tinggi akibat perang Iran. Mereka justru berspekulasi bahwa harga akan turun jika perang berakhir, sehingga mereka dapat membeli dengan harga lebih murah nanti.

Target yang Sulit Dicapai: Secara hukum, Jerman biasanya diwajibkan untuk mengisi cadangan hingga 80% pada 1 November. Asosiasi operator jaringan gas Jerman (FNB Gas) memperingatkan bahwa target penyimpanan rata-rata sebesar 71% pada 1 November kini "nyaris tidak dapat dicapai".

Dampak pada Harga: Kelompok konsumen telah memperingatkan potensi kenaikan harga gas pada musim dingin mendatang. Harga acuan gas Eropa (TTF) diperdagangkan sekitar €65 per megawatt-jam, kira-kira dua kali lipat dari periode yang sama tahun lalu.

Respons Pemerintah: Kementerian Ekonomi Jerman telah mendesak para pedagang untuk meningkatkan tingkat penyimpanan gas. Namun, mereka menekankan bahwa situasi saat ini berbeda dari krisis 2022 dan pasokan gas tetap aman karena Jerman kini memiliki infrastruktur LNG sendiri dan pasokan pipa dari Norwegia, Belgia, dan Prancis.(Sail)