AS Kembangkan Radar Bergerak untuk Hindari Kehancuran oleh Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i195532-as_kembangkan_radar_bergerak_untuk_hindari_kehancuran_oleh_iran
Pars Today - Pendekatan baru AS dalam bidang pembangunan dan penempatan radar darat pertahanan rudal, menunjukkan perubahan mendasar dalam strategi Pentagon.
(last modified 2026-08-24T12:53:23+00:00 )
Aug 24, 2026 19:52 Asia/Jakarta
  • Radar Amerika
    Radar Amerika

Pars Today - Pendekatan baru AS dalam bidang pembangunan dan penempatan radar darat pertahanan rudal, menunjukkan perubahan mendasar dalam strategi Pentagon.

Menurut laporan Pars Today, seruan terbaru Badan Pertahanan Rudal AS (MDA) untuk merancang radar generasi baru dengan mobilitas tinggi, adalah respons langsung terhadap kerentanan-kerentanan bencana yang terungkap selama konflik-konflik baru-baru ini dengan Iran.

 

Asumsi utama penempatan radar AN/TPY-2 di situs-situs tetap atau semi-tetap adalah superioritas udara dan keamanan penuh pangkalan-pangkalan AS di luar negeri. Namun, perang terbaru menunjukkan bahwa asumsi ini tidak lagi valid. Serangan-serangan Iran yang berhasil terhadap radar-radar yang ditempatkan di UEA, Arab Saudi, dan Yordania yang mengakibatkan penghancuran atau kerusakan serius pada setidaknya empat radar AN/TPY-2, membunyikan alarm serius bagi MDA. Hilangnya masing-masing radar ini, yang bernilai antara 500 juta hingga satu miliar dolar, selain kerugian finansial, juga mengganggu jaringan terintegrasi pertahanan rudal regional; karena radar-radar ini berfungsi sebagai sensor utama sistem THAAD dan juga simpul-simpul kunci dalam jaringan data pertahanan. Dengan kata lain, Iran dengan biaya yang kecil (menggunakan drone seperti Shahed-136) mampu menargetkan aset-aset miliaran dolar AS dan secara praktis mengacaukan "persamaan biaya-manfaat" di bidang pertahanan rudal.

 

Sebagai respons terhadap kerentanan ini, MDA telah mengadopsi pendekatan yang sama sekali berbeda yang terwujud dalam seruan "FBM Radar Next." Pendekatan baru ini didasarkan pada poros-poros berikut:

 

  • Mobilitas Super Tinggi sebagai Prinsip Kelangsungan Hidup: Syarat utama radar baru adalah kemampuan untuk dipindahkan dengan pesawat C-17 dan kendaraan taktis. Ini berarti radar bukan lagi aset tetap, tetapi harus selalu bergerak agar terlindungi dari deteksi dan pembidikan oleh musuh.

 

  • Waktu Pemasangan/Pembongkaran yang Sangat Singkat: Radar baru harus dapat dipasang dalam hitungan jam dan dibongkar dalam hitungan menit untuk dapat mengubah posisinya sebelum ancaman tiba. Fitur ini, yang dalam literatur militer dikenal sebagai "Tembak dan Lari" (Shoot and Scoot), secara tegas terinspirasi oleh taktik-taktik perang Ukraina dan pengalaman sistem-sistem Rusia.

 

  • Kemampuan Produksi Massal dan Biaya yang Terjangkau: Penekanan MDA pada "produksi massal dengan biaya unit yang sesuai" menunjukkan bahwa radar baru dirancang sebagai "konsumabel" dan dapat diganti dengan cepat; sebuah pendekatan yang bertentangan dengan produksi terbatas dan biaya selangit dari radar-radar generasi sebelumnya.

 

Perubahan pendekatan ini membawa konsekuensi strategis yang mendalam:

 

  • Perubahan dari Pertahanan Berbasis Situs ke Pertahanan Berbasis Jaringan: Dengan penghapusan situs-situs tetap dan penggantiannya dengan radar-radar bergerak, arsitektur pertahanan rudal AS berubah dari "terpusat" menjadi "terdistribusi." Hal ini meningkatkan fleksibilitas jaringan dan menghilangkan titik tumpu tunggal bagi musuh.

 

  • Respons terhadap Ancaman-Ancaman Baru (Rudal Hipersonik): Radar baru tidak hanya dirancang untuk menghadapi rudal-rudal balistik, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk mencegat rudal-rudal jelajah dan terutama rudal-rudal hipersonik. Ini menunjukkan bahwa AS mempersiapkan diri untuk menghadapi generasi baru ancaman yang memiliki kemampuan manuver dan kecepatan tinggi.

 

  • Pengurangan Ketergantungan pada Pencegahan Tradisional: Di masa lalu, AS dengan menempatkan radar-radar mahal di situs-situs sensitif, berupaya menjamin keamanan dengan "pencegahan melalui kehadiran" (Deterrence by Presence). Pendekatan baru ini didasarkan pada "kelangsungan hidup melalui mobilitas"; yaitu, alih-alih mengandalkan kekebalan yang diandaikan dari pangkalan-pangkalan, penekanan diberikan pada kemampuan untuk melarikan diri dan penggantian yang cepat.

 

Tampaknya pendekatan baru AS dalam merancang radar darat bukanlah perubahan taktis semata; tetapi menunjukkan peninjauan ulang mendasar dalam filosofi pertahanan rudal negaranya. Pelajaran dari perang dengan Iran, telah membawa Pentagon pada kesimpulan bahwa di era perang drone dan rudal, "stabilitas" berarti "kerentanan," dan "kelangsungan hidup" hanya bermakna dalam "mobilitas." Proyek FBM Radar Next harus dianggap sebagai titik balik dalam transformasi fundamental ini; sebuah transformasi yang tidak hanya akan mengubah struktur teknis radar, tetapi juga seluruh arsitektur pertahanan rudal AS di luar negeri. (MF)