Bagaimana Eropa Menjadi Mitra Tersembunyi dalam Perang terhadap Iran?
https://parstoday.ir/id/news/world-i197418-bagaimana_eropa_menjadi_mitra_tersembunyi_dalam_perang_terhadap_iran
Pars Today - Mark Rutte, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dalam pengakuan barunya, mengungkap keterlibatan langsung aliansi Barat ini dalam perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam Iran.
(last modified 2026-09-25T03:19:13+00:00 )
Sep 25, 2026 08:55 Asia/Jakarta
  • Mark Rutte, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
    Mark Rutte, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)

Pars Today - Mark Rutte, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dalam pengakuan barunya, mengungkap keterlibatan langsung aliansi Barat ini dalam perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam Iran.

Rutte dengan merujuk pada peran infrastruktur militer Eropa dalam operasi Amerika mengatakan dapat diargumentasikan bahwa pelaksanaan operasi ini tanpa menggunakan Eropa sebagai panggung pameran dan transfer kekuatan bagi Amerika Serikat akan sangat sulit atau praktis tidak mungkin. Pernyataan ini juga sejalan dengan posisi Rutte sebelumnya. Ia pada bulan Juli mengatakan operasi Epic Fury tanpa menggunakan Eropa sebagai panggung transfer kekuatan Amerika akan sangat sulit.

Sekjen NATO dalam sebuah pertemuan dengan kehadiran Matthew Whitaker, Duta Besar Amerika untuk NATO, dan dengan tema masa depan aliansi ini di Dewan Hubungan Dunia Chicago di kota Des Moines, negara bagian Iowa, dalam pidatonya yang jelas mengumumkan bahwa hingga 5.000 sorti penerbangan dari pangkalan-pangkalan Eropa telah dilakukan untuk mendukung operasi Epic Fury, operasi yang dimulai Amerika dan rezim Zionis sejak 28 Februari terhadap Iran. Rutte bahkan menegaskan dukungan ini "vital" bagi pelaksanaan operasi Amerika”. Pernyataan ini bukan lagi analisis politik. Ini adalah pengakuan pejabat tertinggi NATO tentang peran infrastruktur militer Eropa dalam perang terhadap Iran.

Tentu saja ada perbedaan penting. Rutte tidak mengatakan "NATO" sebagai sebuah organisasi berpartisipasi dalam operasi terhadap Iran. Ia berbicara tentang pelaksanaan perjanjian bilateral Amerika dengan anggota-anggota Eropa NATO. Namun perbedaan ini tidak mengubah pokok persoalan. Ketika ribuan sorti penerbangan dari pangkalan negara-negara anggota NATO dilakukan untuk mendukung operasi perang Amerika, Eropa tidak dapat diperkenalkan semata-mata sebagai penonton perang. Laporan Pusat Studi Eropa Timur di Warsawa juga sebelumnya telah memperjelas dimensi dukungan ini. Berdasarkan laporan ini, operasi Epic Fury sebagian besar bersandar pada kapasitas militer Amerika yang ditempatkan di Eropa. Jet-jet tempur Amerika dipindahkan dari Italia dan Inggris ke kawasan.

Pesawat pengisian bahan bakar ditempatkan di Inggris, Jerman, Spanyol, Italia, Yunani, dan Bulgaria dan Eropa berubah menjadi tangki pesawat, amunisi, dan pusat logistik operasi. Bahkan think tank ini memperkirakan sebagian amunisi presisi yang digunakan dalam serangan dipasok dari cadangan Amerika di Pangkalan Ramstein, Jerman.

Di sinilah kontradiksi utama Eropa terungkap. Beberapa pemerintah Eropa pada awal perang tidak berbicara tentang partisipasi langsung dalam serangan. Inggris dan Spanyol bahkan pada hari-hari pertama memberlakukan pembatasan. Namun laporan yang sama menunjukkan peran Eropa jauh melampaui posisi politik. London kemudian mengizinkan pesawat Amerika dari pangkalan-pangkalnya digunakan untuk serangan langsung ke Iran. Di negara-negara Eropa lainnya juga, infrastruktur militer Amerika digunakan untuk transfer pasukan dan peralatan ke kawasan.

Karena itu, pernyataan terbaru Sayid Abbas Araghchi dalam pertemuannya dengan pejabat Eropa di sela-sela Majelis Umum PBB menjadi lebih penting. Protes Menteri Luar Negeri Iran terhadap standar ganda Eropa bukan hanya tentang posisi politik negara-negara ini. Pertanyaan Tehran adalah bagaimana pemerintah-pemerintah yang memperkenalkan diri sebagai pembela kedaulatan nasional, hukum internasional, dan tatanan berbasis aturan, mengizinkan tanah dan infrastruktur militer mereka digunakan dalam perang melawan negara merdeka dan sekaligus menjauh dari menerima tanggung jawab politik kerja sama ini.

Kini pengakuan Rutte telah membawa pertanyaan ini ke tingkat lain. Eropa tidak dapat sekaligus berbicara tentang konsekuensi perang dan mengabaikan peran infrastrukturnya dalam pelaksanaannya. Persoalannya bukan hanya negara mana yang menjatuhkan bom, persoalannya adalah negara-negara mana yang meratakan jalan bagi bom untuk mencapai medan perang.

Inilah titik di mana harus dibedakan antara "komando perang" dan "dukungan perang". Amerika bertanggung jawab atas keputusan dan pelaksanaan operasi. Namun pernyataan Rutte dan laporan-laporan Eropa menunjukkan sebagian kapasitas militer dan logistik Eropa melayani pelaksanaannya. Karena itu, gambaran Eropa sebagai aktor independen dan semata-mata khawatir tentang konsekuensi perang, tidak lagi konsisten dengan realitas yang diterbitkan tentang peran pangkalan dan infrastrukturnya.

Pengakuan Sekretaris Jenderal NATO pada akhirnya memiliki pesan yang jelas: Eropa dalam perang Iran tidak hanya berdiri di luar medan, sebagian penopang militer perang berada di tanah Eropa. Kini pemerintah-pemerintah Eropa harus menjelaskan bagaimana dukungan ini konsisten dengan klaim mereka tentang kedaulatan negara-negara, larangan penggunaan kekuatan, dan aturan hukum internasional?(Sail)