Di Forum PBB, Menlu Rusia Mengecam Pembunuhan Pemimpin Revolusi Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i197554-di_forum_pbb_menlu_rusia_mengecam_pembunuhan_pemimpin_revolusi_iran
Menteri Luar Negeri Rusia dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam pembunuhan pemimpin Revolusi yang gugur sebagai syahid serta sejumlah pejabat lainnya.
(last modified 2026-09-27T05:58:03+00:00 )
Sep 27, 2026 12:46 Asia/Jakarta
  • Di Forum PBB, Menlu Rusia Mengecam Pembunuhan Pemimpin Revolusi Iran

Menteri Luar Negeri Rusia dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam pembunuhan pemimpin Revolusi yang gugur sebagai syahid serta sejumlah pejabat lainnya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pidatonya pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York mengecam pembunuhan pemimpin Revolusi Islam serta sejumlah tokoh dan perwakilan Iran lainnya, dan menyebutnya sebagai “pertunjukan kediktatoran dan kekuatan yang tidak dapat diterima”.

Lavrov juga mengecam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat.

Ia melanjutkan: Penargetan fasilitas nuklir Iran memberikan pukulan yang tidak dapat diperbaiki terhadap kredibilitas Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Menteri Luar Negeri Rusia, seraya menyinggung perkembangan terbaru di kawasan dan berlanjutnya ketegangan setelah agresi Amerika Serikat terhadap Iran, mengatakan: Persoalan konfrontasi di Teluk Persia dan Selat Hormuz harus diselesaikan.

Ia menegaskan: Konflik bersenjata yang berulang di Teluk Persia dan Selat Hormuz terus berlangsung serta merugikan pelayaran dan perdagangan global. Penyelesaian krisis ini memerlukan pembangunan kepercayaan antara negara-negara Arab di kawasan dan Iran.

Lavrov kemudian, seraya menyinggung penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, mengatakan: Kami menuntut pembebasan segera Presiden Venezuela dan istrinya serta pencegahan terulangnya penyalahgunaan semacam ini.

Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat harus mencabut blokade dan pembatasan perdagangan terhadap Kuba.

Menteri Luar Negeri Rusia kemudian menyinggung perkembangan di kawasan Asia Barat dan, terkait kejahatan rezim Israel di Tepi Barat, mengatakan: Situasi di Tepi Barat semakin memburuk karena Israel meningkatkan aktivitas pembangunan permukimannya.

Lavrov kemudian, seraya menyinggung peran destruktif Eropa dalam krisis Ukraina, mengatakan bahwa Eropa melakukan segala cara untuk menggagalkan prospek perundingan perdamaian mengenai Ukraina, yang juga diminati oleh Amerika Serikat.