Protein TG2: Target Baru untuk Terapi Hipertensi Presisi
-
Hipertensi
Pars Today - Peneliti mengatakan menargetkan sebuah protein dalam sel imun dapat mengarah pada pengobatan yang lebih presisi untuk hipertensi dan mengurangi peradangan yang terkait dengan penyakit ini.
Melansir IRNA, Rabu, 30 September 2026, situs TechDaily dalam sebuah laporan menulis:
Bagi banyak orang dengan hipertensi, mengendalikan penyakit ini adalah tantangan yang tak berkesudahan. Peneliti Universitas Missouri mengkaji apakah protein bernama TG2 (juga dikenal sebagai transglutaminase 2), yang ditemukan di pembuluh darah dan sebagian sel imun, dapat menjadi target terapi baru (titik dalam tubuh di mana obat atau terapi bekerja untuk mengendalikan penyakit) atau tidak.
Dalam sebuah studi pada tikus betina, penghapusan TG2 dari sel imun mengurangi kenaikan tekanan darah, kekakuan arteri, dan peradangan yang disebabkan hormon bernama angiotensin 2. Temuan ini menunjukkan menargetkan protein ini dapat membantu mengurangi peradangan yang berperan dalam hipertensi. Hipertensi meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke dan meskipun banyak faktor berperan di dalamnya, memahami proses biologis di balik penyakit ini dapat memberikan peneliti jalan yang lebih presisi untuk intervensi.
Camila Manrique-Acevedo, profesor Fakultas Kedokteran Universitas Missouri, mengatakan, "Hipertensi sangat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan meskipun ada obat yang efektif, banyak orang masih kesulitan mengendalikan tekanan darah mereka. Jika kita dapat lebih memahami mekanisme mendasar penyakit ini, mungkin suatu hari kita mencapai pengobatan yang lebih presisi dengan efek samping lebih sedikit."
Mengendalikan Hipertensi dengan Menghapus Sebuah Protein
Sebelumnya, penelitian pada pembuluh darah telah mengaitkan TG2 dengan kekakuan arteri; tetapi protein ini juga terdapat dalam sel imun yang membantu mengatur peradangan. Hal inilah yang memunculkan pertanyaan apakah aktivitas TG2 dalam sel-sel ini berperan dalam hipertensi atau tidak.
Untuk mengkaji hal ini, Manrique-Acevedo bekerja sama dengan Guido Lastra, dosen Fakultas Kedokteran yang laboratoriumnya mempelajari TG2.
Peneliti membandingkan dua kelompok tikus. Pada kelompok pertama, protein TG2 secara alami ada dalam sel imun. Pada kelompok kedua, peneliti menghapus protein ini dari sel imun. Sel imun yang diteliti adalah dari kelompok yang berperan dalam mengatur peradangan. Kemudian peneliti memberikan hormon bernama angiotensin 2 (hormon yang menaikkan tekanan darah) kepada kedua kelompok. Tujuannya adalah melihat pengaruh penghapusan TG2 terhadap kenaikan tekanan darah.
Tikus dengan kadar TG2 normal menunjukkan kenaikan tekanan darah, peradangan, dan kekakuan arteri yang diharapkan. Respons ini lebih rendah pada tikus yang tidak memiliki TG2 dalam sel mieloidnya. Penghapusan protein ini mengurangi efeknya, tetapi tidak menghilangkannya.
Target Terapi Baru
Eksperimen ini memperkenalkan aktivitas TG2 dalam sel mieloid sebagai target potensial untuk mengurangi peradangan terkait hipertensi; tetapi apakah memblokir aktivitas ini dapat mengobati hipertensi pada manusia secara aman dan efektif, masih belum jelas.
Manrique-Acevedo menegaskan bahwa studi ini berfokus pada tikus betina. Penelitian mendatang dapat mengkaji apa yang terjadi ketika TG2 dihapus dari sel yang sama pada tikus jantan dan membantu memperjelas apakah efeknya berbeda berdasarkan jenis kelamin.
Ia mengatakan, "Tujuan kedokteran presisi adalah menyesuaikan pengobatan dengan kondisi setiap pasien agar mereka yang paling membutuhkan mendapat manfaat terbesar."
"Peneliti Universitas Missouri mengkaji protein TG2 (transglutaminase 2) sebagai target terapi baru untuk hipertensi. Dalam studi pada tikus betina, penghapusan TG2 dari sel imun mengurangi kenaikan tekanan darah, kekakuan arteri, dan peradangan akibat angiotensin 2. Temuan ini menunjukkan menargetkan protein ini dapat membantu mengurangi peradangan yang berperan dalam hipertensi."(Sail)