Krisis Ceuta: Italia Lanjutkan Penangguhan Schengen dengan Spanyol
https://parstoday.ir/id/news/world-i197772-krisis_ceuta_italia_lanjutkan_penangguhan_schengen_dengan_spanyol
Pars Today - Sumber-sumber berita melaporkan bahwa Italia, menyusul berlanjutnya kekhawatiran tentang situasi migran di wilayah otonom Ceuta di Spanyol, memperpanjang kontrol perbatasannya dengan negara ini untuk dua pekan lagi.
(last modified 2026-10-01T05:59:30+00:00 )
Okt 01, 2026 12:57 Asia/Jakarta
  • Perbatasan Spanyol dan Italia
    Perbatasan Spanyol dan Italia

Pars Today - Sumber-sumber berita melaporkan bahwa Italia, menyusul berlanjutnya kekhawatiran tentang situasi migran di wilayah otonom Ceuta di Spanyol, memperpanjang kontrol perbatasannya dengan negara ini untuk dua pekan lagi.

Melansir IRNA dari situs Italia La Sicilia, Kamis, 01 Oktober 2026, Kementerian Dalam Negeri Italia dengan menerbitkan pernyataan mengumumkan bahwa keputusan ini diambil oleh Matteo Piantedosi, Menteri Dalam Negeri Italia.

Pernyataan ini menambahkan, "Telah ditetapkan bahwa kontrol perbatasan udara dan laut dengan Spanyol diperpanjang untuk 15 hari lagi dan dengan demikian, penghentian pelaksanaan perjanjian Schengen antara kedua negara akan terus berlanjut."

Berdasarkan laporan ini, keputusan ini diambil setelah pertemuan Menteri Dalam Negeri Italia dengan komite analisis migrasi di mana risiko nyata akibat kemungkinan dampak situasi ini terhadap wilayah negara ini ditekankan, risiko yang dua bulan lalu juga menyebabkan penerapan putaran pertama pembatasan ini.

Menurut laporan ini, pemerintah Spanyol juga sebagai respons terhadap keputusan pemerintah Italia ini, mengumumkan bahwa kontrol perbatasan udara dan laut dengan negara ini setelah tanggal 7 Oktober juga akan berlanjut hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Menurut situs La Sicilia, ketegangan diplomatik ini terjadi sedikit sebelum pertemuan "Dewan Kehakiman dan Urusan Dalam Negeri Uni Eropa" (GAI); pertemuan di mana Komisi Eropa dijadwalkan menyajikan "rencana operasional untuk mencegah dan menghadapi masuknya migran ilegal secara massal dan mendadak" dengan tujuan memperkuat kerja sama antar negara anggota, memperkokoh perbatasan luar Uni Eropa, memberantas perdagangan manusia, dan memperkuat proses pengembalian migran ilegal.

Giorgia Meloni, Perdana Menteri Italia sebelumnya dalam pesannya sebagai respons terhadap masuknya migran ilegal secara besar-besaran ke kota Ceuta, Spanyol mengatakan bahwa hal ini merupakan ancaman serius bagi keamanan perbatasan Eropa.

Meloni dalam pesannya di akunnya di media sosial X menulis, "Gambar-gambar yang diterima dari Ceuta sangat mengguncang dan sekali lagi menunjukkan bahwa migrasi ilegal yang tidak terkendali merupakan ancaman nyata bagi keamanan perbatasan Eropa."

Ia menambahkan, "Saya telah berbicara dengan Matteo Piantedosi, Menteri Dalam Negeri Italia tentang hal ini, kami tidak akan berpangku tangan dan tidak akan menonton."

Perdana Menteri Italia dalam lanjutannya dengan menyatakan bahwa pemerintah negaranya sedang menggelar pertemuan dengan lembaga-lembaga terkait tentang hal ini, mencatat, "Setelah pertemuan ini, kami siap untuk campur tangan dengan tindakan luar biasa untuk membela perbatasan dan keamanan warga kami termasuk penangguhan Spanyol dari kawasan Schengen."

Meloni di akhir menegaskan, "Kami tidak akan sedikit pun mundur dalam hal migrasi ilegal; membela perbatasan, menghentikan penyelundup manusia, dan menjamin pengembalian migran secara efektif akan tetap menjadi garis kebijakan pemerintah Italia."

"Italia memperpanjang kontrol perbatasan udara dan laut dengan Spanyol untuk 15 hari lagi menyusul kekhawatiran tentang situasi migran di Ceuta, Spanyol. Keputusan diambil oleh Menlu Dalam Negeri Matteo Piantedosi setelah pertemuan dengan komite analisis migrasi; penangguhan pelaksanaan Schengen antara kedua negara berlanjut. Pemerintah Spanyol merespons dengan memperpanjang kontrol perbatasan udara dan laut dengan Italia setelah 7 Oktober hingga pemberitahuan lebih lanjut."(Sail)