Von der Leyen Menyerukan Perubahan Pola Konsumsi Energi di Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i198774-von_der_leyen_menyerukan_perubahan_pola_konsumsi_energi_di_eropa
Pars Today - Presiden Komisi Eropa sekali lagi menyerukan perubahan pola konsumsi energi Eropa dan memperingatkan bahwa ketergantungan perserikatan ini pada impor energi telah menambah biaya sebesar 106 miliar euro (119 miliar dolar).
(last modified 2026-10-17T04:13:55+00:00 )
Okt 17, 2026 11:06 Asia/Jakarta
  • Presiden Komisi Eropa, rsula von der Leyen
    Presiden Komisi Eropa, rsula von der Leyen

Pars Today - Presiden Komisi Eropa sekali lagi menyerukan perubahan pola konsumsi energi Eropa dan memperingatkan bahwa ketergantungan perserikatan ini pada impor energi telah menambah biaya sebesar 106 miliar euro (119 miliar dolar).

Menurut laporan IRNA dari Anadolu, Sabtu, 17 Oktober 2026, Ursula von der Leyen pada hari Jumat (16/10) dalam konferensi pers setelah pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussel mengatakan bahwa ketergantungan Eropa pada minyak dan gas impor masih menempatkan ekonomi benua ini pada perkembangan geopolitik yang berada di luar kendalinya.

Ia menambahkan bahwa harga gas sejak akhir Februari meningkat sekitar 140 persen dan harga solar juga berlipat dua, dan hal ini menonjolkan konsekuensi ekonomi dari krisis energi yang sedang berlangsung.

Von der Leyen dengan menegaskan bahwa Eropa juga harus mengubah cara konsumsi energinya, menyerukan penggantian bahan bakar fosil asing dengan listrik yang diproduksi di dalam Eropa.

Ia menegaskan bahwa Eropa harus berpegang pada jalur transisi energinya dan berfokus pada sumber-sumber energi yang ekonomis, bersih, dan diproduksi di dalam negeri, termasuk energi nuklir dan energi terbarukan.

Presiden Komisi Eropa juga menjelaskan tentang beberapa langkah jangka pendek yang disepakati dengan tujuan mengurangi konsekuensi kenaikan harga energi.

Langkah-langkah ini mencakup pelepasan 100 juta barel minyak dan solar dalam empat bulan mendatang (di bawah pengawasan Badan Energi Internasional), perluasan cakupan dan perpanjangan durasi kerangka bantuan pemerintah sementara, serta penundaan satu tahun pelaksanaan regulasi terkait metana.

Uni Eropa juga akan memulai dialog strategis mengenai kilang-kilang Eropa. Langkah ini dilakukan dengan tujuan memperkuat kapasitas kilang di dalam perserikatan ini dan membantu menurunkan harga.

Majalah Politico dalam sebuah laporan dengan mengutip data lembaga Amerika "Institute for Energy Economics and Financial Analysis" (IEEFA), menulis, "Negara-negara anggota Uni Eropa mungkin pada musim dingin mendatang menghadapi kekurangan hingga 14 miliar meter kubik gas alam, setara sekitar tujuh persen dari permintaan tahunan mereka."

Juga berdasarkan laporan-laporan, Komisi Eropa dalam surat kepada negara-negara anggota Uni Eropa memperingatkan agar mengurangi permintaan gas dan listrik mereka untuk menekan harga.

"Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyerukan perubahan pola konsumsi energi Eropa dan memperingatkan ketergantungan pada impor energi menambah biaya 106 miliar euro (119 miliar dolar). Dalam konferensi pers setelah pertemuan pemimpin Uni Eropa di Brussel, ia menyatakan ketergantungan Eropa pada minyak dan gas impor menempatkan ekonomi benua pada perkembangan geopolitik di luar kendali. Harga gas sejak akhir Februari naik sekitar 140 persen dan harga solar berlipat dua."(Sail)