Demonstrasi di Italia Berujung Kekerasan
-
Demonstrasi di Italia yang berujung kekerasan
Pars Today - Polisi Italia untuk menindas dan membubarkan pengunjuk rasa terhadap kenaikan harga dan inflasi di kota Milan dan Bologna terlibat bentrok dengan mereka dan menggunakan gas air mata serta kendaraan penyemprot air.
Menurut laporan IRNA dari Reuters, Minggu, 18 Oktober 2026, setelah protes terhadap tingginya biaya hidup di Bologna berujung kekerasan, polisi untuk membubarkan pengunjuk rasa menggunakan kendaraan penyemprot air dan menahan tujuh orang.
Di Kota Milan juga digelar protes terhadap kenaikan harga dan biaya hidup dan polisi anti huru-hara berupaya mengeluarkan pengunjuk rasa bertopeng dari pasar mewah "Galleria Vittorio Emanuele II".
Pedagang menutup toko-toko mereka dan wisatawan melarikan diri dari area pusat kota. Menurut laporan media Italia, stasiun metro "Duomo" (katedral) di pusat kota ditutup selama bentrokan ini.
Dalam bentrokan yang terjadi di Milan beberapa orang terluka dan sejumlah lainnya ditahan, tetapi statistik jumlah mereka belum diterbitkan. Berdasarkan laporan, polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa.
Giorgia Meloni, Perdana Menteri Italia, dalam reaksi terhadap peristiwa-peristiwa ini di jaringan sosial X menulis, "Saya sangat menghormati ribuan orang yang hari ini berdemonstrasi secara damai."
Ia menambahkan, "Namun, kita tidak dapat mengabaikan apa yang terjadi di lapangan-lapangan lain di Italia. Di Milan, sebagaimana ditunjukkan gambar-gambar, batu dilemparkan ke arah pasukan keamanan, petugas terluka, kerusakan terjadi, dan kekerasan yang menyebabkan pawai terhenti. Di Turin, orang-orang ditangkap yang membawa batu dan palu pemecah kaca. Di Bologna, kekacauan ini menyebabkan penutupan stasiun kereta api sebagai tindakan pencegahan."
Meloni menulis, "Para perusuh yang menyalahgunakan demonstrasi untuk menciptakan kekacauan, menyerang mereka yang menjamin keamanan, dan menyandera seluruh kota. Demonstrasi adalah hak. Tetapi membakar kota-kota kita bukanlah hak."
Demonstrasi di Italia berlangsung seiring dalam hari-hari terakhir dan juga hari Sabtu di negara-negara Eropa lainnya termasuk Prancis dan Portugal digelar protes terhadap kondisi pendidikan dan tingginya biaya hidup.
"Polisi Italia menindas dan membubarkan pengunjuk rasa terhadap kenaikan harga dan inflasi di Milan dan Bologna dengan gas air mata serta kendaraan penyemprot air. Di Bologna, protes berujung kekerasan, polisi menggunakan kendaraan penyemprot air dan menahan tujuh orang. Di Milan, polisi anti huru-hara berupaya mengeluarkan pengunjuk rasa bertopeng dari Galleria Vittorio Emanuele II; pedagang menutup toko, wisatawan melarikan diri, dan stasiun metro Duomo ditutup."(Sail)