Memburuknya Hubungan Rusia-AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i22375-memburuknya_hubungan_rusia_as
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan pada Selasa, 4 Oktober 2016 mengecam tekanan lembaga-lembaga khusus Amerika Serikat terhadap para staf diplomatik Rusia. Kemlu Rusia juga menuding lembaga-lembaga itu meningkatkan upayanya untuk merekrut para diplomat Rusia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 05, 2016 12:20 Asia/Jakarta
  • Memburuknya Hubungan Rusia-AS

Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan pada Selasa, 4 Oktober 2016 mengecam tekanan lembaga-lembaga khusus Amerika Serikat terhadap para staf diplomatik Rusia. Kemlu Rusia juga menuding lembaga-lembaga itu meningkatkan upayanya untuk merekrut para diplomat Rusia.

Sergei Ryabkov, Wakil Menlu Rusia mengatakan, upaya AS untuk merekrut para diplomat Rusia sebagai agen-agen intelijen meningkat sejak 2,5 tahun lalu. Ia menambahkan, badan-badan khusus AS tidak ragu untuk menggunakan berbagai cara guna melancarkan tekanan sehingga keselamatan anggota-anggota keluarga para diplomat Rusia terancam.

 

Ryabkov juga mengecam "berbagai hambatan dan pembatasan buatan" yang telah mengganggu kinerja perwakilan Rusia di Amerika.  Selain itu, ia juga menuding AS melakukan spionase intens di Rusia di bawah kedok aktivitas diplomatik. Menurutnya, para atase militer AS sering terlihat di dekat pusat-pusat strategis militer Rusia.

 

Dengan memperhatikan kritikan keras Kemlu Rusia terhadap pendekatan dan kinerja dinas-dinas intelijen dan keamanan AS terhadap para diplomat Rusia serta peningkatan spionase para agen AS di Rusia, maka dapat dipahami bahwa ketegangan antara Moskow dan Washington saat ini semakin memburuk.

 

Meskipun sejak periode pertama pemerintahan Vladimir Putin, Presiden Rusia, Moskow dan Washington telah berselisih tentang banyak isu, namun ketegangan kedua belah pihak menjadi tampak jelas setelah keputusan Rusia pada tahun 2014 untuk menggabungkan Semenanjung Crimea menjadi wilayahnya dan meletusnya konflik di Ukraina timur.

 

Hubungan antara Rusia dan AS pasca Perang Dingin tidak setegang sekarang ini, di mana kedua negara, selain berselisih mengenai Ukraina, juga memiliki perbedaan pendapat yang serius untuk menyelesaikan krisis Suriah. Yang pasti, ini adalah untuk pertama kalinya Rusia secara terbuka mengungkap upaya permusuhan AS terhadap para diplomat Rusia.

 

Pada akhir Januari 2016, Rusia dan AS masuk ke medan "perang diplomasi." Di masa itu, AS membatalkan surat kepercayaan lima Konsul dari enam Konsulat Kehormatan Rusia di Amerika untuk membalas apa yang disebut Washington sebagai intervensi Rusia dalam urusan Konsulat AS. Dengan demikian, hanya ada satu Konsulat Kerhomatan Rusia yang bisa melanjutkan aktivitasnya di Amerika.

 

Penutupan lima Konsulat Kehormatan Rusia di Amerika diumumkan sebagai respon Washington terhadap intervensi Moskow dalam urusan perwakilan diplomatik Amerika di Rusia, terutama karena Moskow telah menutup 28 pusat Amerika yang berafiliasi dengan Kedubes negara ini di berbagai wilayah Rusia.

 

Moskow saat ini mengkritik berbagai tekanan dinas-dinas intelijen AS terhadap para diplomat Rusia dan pada saat yang sama, Moskow juga mengabarkan pengetahuannya tentang aktivitas spionase para agen yang berafiliasi dengan militer AS. Langkah tersebut tampaknya bertujuan untuk memperingatkan Amerika guna mengurangi tindakan-tindakan seperti itu.

 

Langkah Rusia tersebut juga sebagai bentuk teguran terhadap para atase militer AS di Moskow untuk tidak melanjutkan langkah serupa di masa depan. Tindakan dan pendekatan terbaru AS terhadap para diplomat Rusia, selain menuai kritik resmi dari pemerintah Moskow, tentu juga akan diambil langkah balasannya. Jika situasi ini berlanjut, maka bisa dipastikan bahwa dua kekuatan internasional  ini alih-alih menyelesaikan perselisian, namun justru bergerak ke arah peningkatan ketegangan. (RA)