Jepang Batalkan Bantuan Dananya untuk UNESCO
Bantuan dana Jepang untuk Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB, UNESCO dibatalkan.
IRNA (15/10) melaporkan, Fumio Kishida, Menteri Luar Negeri Jepang mengumumkan, Tokyo batal mengucurkan dana bantuan senilai 45 juta dolar kepada UNESCO tahun ini.
Jepang marah dan batal menyalurkan bantuan dana itu, karena UNESCO memprotes kasus pembunuhan "Nanjing" yang dilakukan Jepang di era Perang Dunia Kedua dan lebih membela Cina.
Apa yang disebut Cina sebagai "Genosida Nanjing" adalah peristiwa yang terjadi semasa Jepang menduduki kota Nanjing, Cina selama enam pekan di akhir tahun 1937 silam.
Menurut keterangan pemerintah Cina, selama pendudukan Jepang atas kota Nanjing, yang berlangsung hingga awal tahun 1938 itu, militer Jepang membunuh massal sekitar 200-300 ribu warga sipil Cina.
Tokyo mengatakan, pasukan Jepang hanya membunuh puluhan ribu warga Cina di Nanjing dan angka yang disebutkan Beijing terlalu dilebih-lebihkan.
UNESCO yang bermarkas di Paris, Perancis, memiliki anggota 195 negara dan kantor-kantor perwakilan yang tersebar di seluruh penjuru dunia. (HS)