AS Tuntut Diplomat Rusia Jika Datangi Tempat Pemungutan Suara
Amerika Serikat mengancam akan mengajukan tuntuan hukum atas para diplomat Rusia.
IRNA (22/10) melaporkan, pemerintah Amerika yang hingga kini berulang kali mencampuri pemilu sejumlah negara dunia dengan melakukan tekanan-tekanan, Sabtu (22/10) memperingatkan, jika diplomat-diplomat Rusia mendatangi tempat-tempat pemungutan suara dalam pemilu presiden di Amerika, maka mereka akan dituntut secara hukum.
Kedutaan Besar Rusia di Washington terkait hal ini mengatakan, Louisiana, Oklahoma dan Texas adalah negara bagian-negara bagian yang diperintahkan untuk menolak kunjungan para diplomat Rusia ke tempat-tempat pemungutan suara pilpres negara itu yang akan digelar 8 November mendatang.
Pihak Rusia memprotes langkah tersebut dan mengumumkan, berdasarkan perjanjian tahun 1961 Wina tentang hubungan diplomatik, salah satu kewajiban perwakilan politik adalah menjelaskan situasi dan kondisi negara tuan rumah lewat seluruh kanal yang legal, dan diplomat-diplomat Amerika juga akan diperlakukan sama di Rusia.
Kementerian Luar Negeri Amerika memperingatkan diplomat-diplomat Rusia untuk tidak mendatangi tempat-tempat pemungutan suara selama pilpres negara itu diselenggarakan dan jika ada orang dari Kedubes Rusia kedapatan mendatangi tempat pemungutan suara, maka ia akan dituntut secara hukum. (HS)