Erdogan Meradang Nasib Turki Digantung Uni Eropa
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, meminta Uni Eropa untuk bersikap transparan soal keanggotaan negaranya di organisasi itu.
Dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke Belarusia, Erdogan pada Minggu (13/11/2016) mengatakan, jika Eropa tidak ingin menerima keanggotaan Turki, mereka harus mengumumkan dan mengambil keputusan yang diperlukan.
Menurutnya, blok Eropa secara praktis memaksa Turki untuk menarik diri dari proses keanggotaan. "Kesabaran Ankara hampir habis," tegasnya.
Negosiasi tentang keanggotaan Turki di Uni Eropa dimulai pada Oktober 2005 dan sampai sekarang belum ada kemajuan apapun. Keanggotaan setiap negara di Uni Eropa harus mendapat persetujuan dari parlemen negara-negara anggota.
Hubungan antara Ankara dan Eropa memanas pasca kudeta gagal di Turki pada Juli lalu. (RM)