Konflik Terbaru Rakhine, 150 Orang Tewas
Para aktivis pendukung Rohingya Rabu (16/11) mengatakan, lebih dari 150 orang Muslim Rohingya tewas dalam serangan terbaru militer pemerintah Myanmar baru-baru ini di negara bagian Rakhine.
Ko Ko Linn dari Organisasi Nasional Arakan Rohingya mengatakan, menurut sejumlah penduduk desa, sedikitnya 150 orang dibunuh pasukan keamanan sejak Sabtu.
Verifikasi independen atas klaim yang dikeluarkan pemerintah atau aktivis sulit dilakukan karena pemerintah membatasi akses masuk ke kawasan tersebut.
Menurut Ko Ko Linn, alasan mengapa kantor-kantor berita internasional dan kelompok-kelompok bantuan tidak diizinkan masuk ke sana, karena militer berusaha menutup-nutupi apa yang mereka lakukan di sana, seperti pembunuhan dan lain-lain.
Nay San Lwin, blogger yang berbasis di Eropa yang mengamati secara seksama perkembangan kasus Rohingya sejak 2012, mengatakan, laporan-laporan dari jaringan aktivis di Rakhine mengatakan, lebih dari 100 jenazah telah ditemukan penduduk desa, sebagian tertutup jerami atau terbakar.
Pemerintah Myanmar, hari Selasa mengakui tewasnya 69 orang warga sipil, dan 17 anggota pasukan keamanan.