Pemimpin Gerakan Bersih Ditahan Polisi Malaysia
https://parstoday.ir/id/news/world-i26095-pemimpin_gerakan_bersih_ditahan_polisi_malaysia
Sehari menjelang rencana aksi demonstrasi yang menuntut Perdana Menteri Najib Razak mundur, pihak kepolisian Malaysia menahan ketua gerakan Bersih, Maria Chin hari Jumat (18/11),
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 18, 2016 23:59 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Gerakan Bersih  Ditahan Polisi Malaysia

Sehari menjelang rencana aksi demonstrasi yang menuntut Perdana Menteri Najib Razak mundur, pihak kepolisian Malaysia menahan ketua gerakan Bersih, Maria Chin hari Jumat (18/11),

Reuters melaporkan, Maria dan salah satu anggota sekretariat Bersih, Mandeep Singh, ditahan di bawah aturan Undang-Undang Hukum Pidana yang berkaitan dengan huru-hara.

Dilaporkan, polisi Malaysia juga menyita sejumlah laptop dan laporan bank serta gaji.

Meskipun Maria dan Mandeep ditahan, Ketua Masyarakat Hak Asasi Manusia yang juga mantan pemimpin Bersih, Ambiga Sreenevasan, memastikan bahwa aksi akan tetap berjalan.

CNN melaporkan, sesuai rencana, Bersih akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran yang diperkirakan dihadiri ribuan orang.

Mereka akan berkumpul di Kuala Lumpur dengan mengenakan kaus berwarna kuning, simbol perlawanan terhadap pemerintah.

Di sisi lain, partai berkuasa, Organisasi Persatuan Nasional Melayu (UMNO), juga mendesak pendukungnya mengenakan kaus merah dan menghadapi para demonstran.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak sendiri memperingatkan warganya untuk tertib. Ia menekankan bahwa kekerasan saat demonstrasi tidak akan ditoleransi.

Sebelumnya, mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyerukan supaya rakyat Malaysia berpartisipasi dalam gerakan Bersih 5 yang akan digelar di Kuala Lumpur pada 19 November 2016.

Dengan mengenakan kaos berwarna kuning berlogo Bersih 5, Mahathir muncul dalam video berdurasi 1 menit 37 detik sebagai bentuk dukungannya  terhadap gerakan protes terhadap pemerintahan Najib Razak.

Gerakan Bersih adalah kelompok yang menuntut reformasi di Malaysia dan mendesak Perdana Menteri Najib Razak mengundurkan diri, menyusul serangkaian dugaan kasus korupsi yang melibatkannya.

Aksi Bersih telah dilakukan empat kali di Malaysia untuk mendesak reformasi. Seperti sebelumnya, aksi kali ini juga tidak mendapatkan izin dari kepolisian. Pada Agustus 2015, aksi protes Bersih berlangsung selama dua hari dan diikuti ribuan demonstran.