Korut Minta Trump Akhiri Kebijakan Permusuhan AS
-
Kim Jong-un
Korea Utara meminta pemerintahan Donald Trump, Presiden terpilih Amerika Serikat untuk mengakhiri kebijakan permusuhan Washington terhadap Pyongyang dan belajar dari langkah-langkah yang sudah dilakukan Barack Obama.
IRNA (16/1) melaporkan, pemerintah Korea Utara mengatakan, Barack Obama tidak mendapat keuntungan dari strategi ini dan ia akan meninggalkan Gedung Putih bagaikan seorang pecundang nyata.
Pyongyang menegaskan, jika kebijakan-kebijakan permusuhan Washington terus berlanjut, Korea Utara juga berhak melanjutkan program nuklir dan rudal balistiknya termasuk produksi rudal balistik jarak jauh lintas benua.
Surat kabar Korea Utara, Minju Choson, Senin (16/1) menulis, produksi dan uji coba rudal balistik jarak jauh dan lintas benua, adalah bagian dari hak pertahanan negara ini dan tidak melanggar aturan internasional.
Pyongyang menekankan, pada tahap akhir uji coba rudal dan kapanpun Kim Jong-un mengeluarkan perintah, rudal itu dapat diluncurkan.
Pemimpin Korea Utara di tahun baru 2017 lewat siaran televisi nasional negara itu mengumumkan, Pyongyang di tahap akhir, meluncurkan rudal balistik lintas benua ICBM yang disebut-sebut mampu membawa hulu ledak nuklir.
Amerika Serikat, katanya, harus memiliki pemahaman yang benar dan tepat terkait posisi Korea Utara sebagai salah satu kekuatan nuklir dunia. (HS)