Kremlin Tolak Syarat Trump untuk Pencabutan Sanksi Rusia
-
Dmitry Peskov
Gedung Kremlin, Senin (16/1) menolak usulan Donald Trump, Presiden terpilih Amerika Serikat untuk mengurangi persenjataan nuklir Moskow sebagai kompensasi pencabutan sanksi Washington terhadap negara itu.
IRNA (17/1) melaporkan, Trump dalam wawancara terbarunya dengan surat kabar Times, Inggris dan Bild, Jerman, menjelaskan bahwa sanksi memberikan kerusakan yang cukup signifikan bagi Rusia dan pencabutan sanksi tersebut bisa dilakukan dengan syarat dicapainya kesepakatan nuklir dengan Amerika terkait pengurangan senjata nuklir Moskow.
Trump mengatakan, kedua pihak akan diuntungkan dari kesepakatan ini.
Dmitry Peskov, Juru Bicara Kantor Kepresidenan Rusia menjawab statemen Trump dan menuturkan, Moskow tidak akan mengkaji kemungkinan pencabutan sanksi Rusia sebagai kompensasi pengurangan senjata nuklir negara ini.
Permintaan Trump agar Rusia mengurangi senjata nuklirnya disampaikan padahal Amerika sendiri memiliki gudang nuklir terbesar di dunia dan tidak pernah mau bergabung dengan Traktak Non-Proliferasi Nuklir, NPT meski terus ditekan masyarakat internasional.
Amerika dan Uni Eropa sejak tahun 2014 menuduh Rusia ikut campur dalam konflik yang terjadi di Timur Ukraina dan membantu pemberontak negara itu, kemudian manjatuhkan sanksi terhadap Moskow, namun langsung mendapat balasan.
Pemerintah Amerika dalam langkah terbarunya terhadap Rusia, mendeportasi 35 diplomat Rusia dari negaranya dan menjatuhkan sanksi atas enam pejabat dan lima institusi Rusia karena tuduhan intervensi dalam pemilu presiden Amerika. (HS)