Duterte Ancam Batalkan Perjanjian Keamanan dengan AS
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan Donald Trump bahwa jika Amerika Serikat membangun depot senjata permanen di negaranya, ia akan membatalkan perjanjian keamanan antara kedua negara.
Seperti dilansir televisi Russia Today, Duterte dalam konferensi pers hari Ahad (29/1/2017), menuduh AS ingin membangun depot senjata permanen di Filipina dan memperingatkan Trump bahwa langkah itu akan membahayakan perjanjian keamanan bilateral.
"AS sedang bergerak untuk membangun pangkalan militernya di tiga provinsi di Filipina dan berniat menyimpan senjatanya secara permanen di sana," ujarnya.
"Saya mengeluarkan pemberitahuan kepada Angkatan Bersenjata AS. Jangan lakukan itu, saya tidak akan mengizinkannya," tegas Duterte.
Dia memperingatkan AS bahwa fasilitas permanen akan melanggar ketentuan perjanjian keamanan Washington-Manila, dan mengancam akan meninjau ulang kesepakatan dan pada akhirnya mungkin membatalkannya, karena ini adalah sebuah perintah eksekutif.
Statemen itu dikeluarkan setelah Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana, mengatakan Pentagon telah memberikan lampu hijau untuk membangun depot senjata, barak militer dan landasan pacu untuk pasukan dan peralatan mereka di dalam kamp-kamp militer Filipina pada awal tahun ini.
Perjanjian Kerjasama Peningkatan Pertahanan 2014 (EDCA), mengizinkan AS untuk menyebarkan kapal perang, pesawat dan pasukan untuk misi operasi kemanusiaan dan keamanan maritim di lima pangkalan militer di Filipina. (RM)