Rusia Peringatkan AS Soal Kesepakatan Nuklir Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i32507-rusia_peringatkan_as_soal_kesepakatan_nuklir_iran
Deputi Menteri Luar Negeri Rusia yang juga juru runding nuklir negara itu memperingatkan Amerika Serikat terkait bahaya segala bentuk pengambilan keputusan untuk membatalkan kesepakatan nuklir Iran atau Rencana Aksi Bersama Komprehensif, JCPOA, termasuk soal program peninjauan ulang.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 07, 2017 08:58 Asia/Jakarta
  • Sergei Ryabkov
    Sergei Ryabkov

Deputi Menteri Luar Negeri Rusia yang juga juru runding nuklir negara itu memperingatkan Amerika Serikat terkait bahaya segala bentuk pengambilan keputusan untuk membatalkan kesepakatan nuklir Iran atau Rencana Aksi Bersama Komprehensif, JCPOA, termasuk soal program peninjauan ulang.

IRNA (6/2) melaporkan, Sergei Ryabkov, Deputi Menlu Rusia, Senin (6/2) mengatakan, Moskow menganggap upaya meninjau ulang JCPOA sebagai langkah berisiko dan berbahaya.

Ia menambahkan, saya punya usulan sangat sederhana bagi sekutu-sekutu Amerika, jangan berusaha memperbaiki sesuatu yang tidak rusak.

Ryabkov menerangkan, dimulainya proses baru terkait masalah yang sangat serius seperti program nuklir Iran dan menciptakan kondisi baru untuk kesepakatan, sangat berisiko.

Deputi Menlu Rusia memperingatkan, peninjauan ulang kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara adidaya dunia akan menciptakan kondisi tidak ideal dan negatif terkait JCPOA dan hanya memperkeruh konflik di Timur Tengah.

Donald Trump, Presiden Amerika, berbeda dengan sikap pihak-pihak yang terlibat dalam kesepakatan nuklir Iran yang lain yaitu Jerman, Inggris, Perancis, Rusia, Cina dan Uni Eropa, menegaskan, rencana aksi bersama komprehensif adalah kesepakatan terburuk yang pernah saya lihat sampai sekarang.

Trump di masa kampanye presidennya selalu menyebut JCPOA sebagai bencana dan kesepakatan terburuk di dunia. Ia berjanji jika terpilih menjadi presiden Amerika, di hari pertama menjabat akan merobek kesepakatan nuklir Iran itu.

Pemerintahan Trump dalam beberapa pekan terakhir menerapkan kebijakan-kebijakan agresif terhadap Iran.

Kementerian Keuangan Amerika, Jumat (3/2) lalu menambahkan 25 individu dan insitusi ke dalam daftar sanksi Amerika atas Iran.

Dalih sanksi baru Amerika itu adalah uji coba rudal Iran. Langkah tersebut jelas melanggar kesepakatan nuklir Iran dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB. (HS)