Reaksi Gedung Putih atas Sikap Tegas Rahbar Iran
-
Sean Spicer
Juru Bicara Gedung Putih mengklaim, Republik Islam Iran telah melanggar Rencana Aksi Bersama Komprehensif, JCPOA.
Kantor berita Reuters (7/2) melaporkan, Sean Spicer, Jubir Gedung Putih, Selasa (7/2) dalam jumpa persnya mereaksi sikap tegas Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar terkait kebijakan pemerintahan baru Amerika Serikat.
Spicer mengatakan, Donald Trump, Presiden Amerika punya banyak opsi untuk menghadapi Iran yang sampai saat ini masih belum diungkap ke publik.
Ia juga kembali menyinggung uji coba rudal Iran yang menunjukkan kemarahan pejabat Amerika atas uji coba itu.
Jubir Gedung Putih menambahkan, opsi-opsi untuk Iran masih tetap berada di atas meja.
Terkait statemen Rahbar yang menolak ancaman-ancaman pemerintahan Trump, Spicer menuturkan, Iran harus menerima bahwa Amerika berada di bawah kepimpinan baru.
Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Selasa (7/2) mengecam ancaman Amerika kepada Iran sebagai reaksi atas uji rudal dan menyebut Trump sebaga wajah asli kerusakan di Amerika.
Iran baru-baru ini sukses menguji coba rudalnya yang dianggap Amerika sebagai pelanggaran atas JCPOA.
Pejabat Iran berulangkali menekankan, uji coba rudal Iran bukan pelanggaran atas JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, terlebih rudal-rudal Iran tidak didesain untuk bisa membawa hulu ledak nuklir. (HS)