Soal Isu Keamanan Strategis, Rusia-AS Diminta Perbarui Sikap
Juru bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, Rusia dan Amerika Serikat perlu memperbarui sikap mereka dalam dialog tentang isu-isu keamanan strategis.
Kantor berita TASS melaporkan, Jumat (10/2/2017), beberapa media sebelum ini menyatakan Presiden Donald Trump mengkritik perjanjian nuklir START baru dalam percakapan telepon dengan Vladimir Putin pada 28 Januari.
Peskov menolak untuk mengomentari laporan tersebut. "Saya tidak bisa mengkonfirmasi ini," ujarnya.
Ketika ditanya tentang prospek untuk memperpanjang perjanjian itu setelah habis masa berlakunya, Peskov menegaskan, "Itu tergantung pada sikap mitra Amerika kami dan memerlukan pembicaraan lebih lanjut. Jadi saya tidak akan menguraikan sikap apapun sekarang."
"Sudah ada jeda dalam dialog terkait isu-isu keamanan strategis, sehingga kami memerlukan beberapa informasi terbaru mengenai sikap para pihak," tambahnya.
Di bagian lain, Peskov membantah laporan tentang pengiriman tank-tank Rusia ke wilayah Donbass (Donetsk dan Luhansk). "Hal itu harus ditanyakan kepada para pejabat Ukraina tentang sumber-sumber informasi mereka," tandasnya.
Donbass, lanjutnya, adalah bagian dari Ukraina yang telah keluar dari kontrol pemerintah Kiev, tapi masih tetap menjadi bagian dari negara itu. (RM)